oleh

Kejati Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Disdik Lampung

Barak News.Com.Lampung –  Kejati Lampung menahan dua dari empat tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang pengadaan perlengkapan sekolah kurang mampu SD/MI/SMP/Mts Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Tahun 2012 senilai Rp17,7 miliar.

Mereka adalah Edward Hakim (mantan Kasubag Perencanaan Disdik Lampung) dan Aria Sukma S. Rizal (PNS Pemberdayaan Masyarakat Lampung). Sementara mantan Kepala Disdik Lampung, Tauhidi dan Hendrawan (rekanan) masih dalam pemberkasan oleh tim Kejaksaan Agung.

Penahanan Edward dan Aria dilakukan, Selasa (15/3/2016) malam sekitar pukul 20.30 setelah keduanya yang didampingi pengacaranya, menjalani pemeriksaan di Kejari Bandar Lampung sejak pukul 15.30, usai Kejati Lampung menerima pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) dari penyidik Satgasus Kejagung.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Lampung, Yadi Rachmat mengatakan, kedua tersangka ditahan setelah pihaknya menerima tahap dua dari Kejagung. Kedua tersangka, ditahan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Way Hui, Lampung Selatan.

kejati_lampung_bandarlampungku-com

Menurut Yadi, penahanan tersebut dilakukan karena memiliki alasan kuat, salah satunya karena nilai kerugian negaranya dalam kasus ini mencapai miliaran rupiah. “Alasan lainnya, agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” jelasnya di Kejari Selasa (15/3/2016)

Dalam perkara tersebut kedua tersangka telah merugikan negara sebesar Rp2 miliar dengan tersangka Edward merugikan negara sebesar Rp1,5 miliar dan tersangka Aria merugikan negara senilai Rp500 juta.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 2 sub Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dan ditambah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tegas Yadi.

Korupsi_di Indonesia

Kasi Intel Kejaksaan Negeri bandar Lampung, Andrie, menjelaskan untuk dua tersangka lainnya, yakni Tauhidi dan Hendrawan, pihaknya masih menunggu. “Karena berkas Edward dan Aria rampung duluan, makanya dimajukan lebih dulu. Untuk mereka (Tauhidi dan Hendrawan), kami masih tunggu kapan tahap II-nya,” ujarnya.

Apakah kemungkinan Tauhidi dan Hendrawan juga bakal ditahan, Andrie belum bisa memastikannya. “Lihat nanti saja. Disini (Kejari) hanya memeriksa kelengkapan administrasinya saja yang dihadiri tim Kejagung dan pidsus Kejati,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, tim penyidik Kejagung mengindikasikan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan sekitar Rp9 miliar. Namun, salah satu tersangka bernama Hendrawan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar. Uang yang diserahkan itu diketahui merupakan fee untuk mengkoordinir sejumlah perusahaan dalam pengadaan perlengkapan sekolah untuk siswa kurang mampu

Pengadaan Perlengkapan Sekolah Siswa Kurang Mampu SD/MI/SMP/MTs pada Disdik Lampung Tahun Anggaran 2012 senilai Rp17,7 miliar lebih tersebut terbagi dalam 93 paket pekerjaan di 13 lokasi kabupaten/kota melalui penunjukan langsung 38 perusahaan rekanan.

Proyek itu berupa pengadaan topi, baju seragam pria dan wanita, baju pramuka pria dan wanita, dari pria dan wanita, tas serta ikat pinggang. Akan tetapi,dalam pelaksanaannya, paket pengadaan tersebut diduga terjadi dugaan penunjukan perusahaan yang menyimpang dari prosedur atau rekayasa lelang serta penggelembungan.(Taufik)

Komentar

News Feed