oleh

Kekerasan Terhadap Wartawan Ketua Umum PPWI Mengutuk Keras Oknum DPRK Aceh Timur

JAKARTA, (BARAK) – Wartawan mingguan Pikiran Merdeka yang juga anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Aceh Timur, Iskandar mendapatkan ancaman dan di cekik oleh oknum anggota DPRK Aceh Timur Muzakir, Rabu (07/06/2017), karena buntut dari pemberitaan yang dimuat di media cetak mingguan tersebut berjudul ‘Asmara Gelap Pak Dewan Berbuntut Panjang’.
http://atjehpress.com/wartawan-pikiran-merdeka-dicekik-anggota-dprk-aceh-timur/

Adapun Dampak dari peristiwa yang terjadi Terkait pengancaman dan tindakan kekerasan yang dialami pewarta PPWI Aceh Timur, ketua umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA . Alumni PPRA angkatan 48 Lemhannas Republik Indonesia Tahun 2012,
Mengeluarkan pernyat

1.Oknum anggota DPRK harus segera bertobat, mumpung di bulan Ramadhan ini, pintu ampunan terbuka lebar bagi semua hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertobat. Juga, ybs harus berjanji tidak mengulangi perbuatannya, baik perbuatan mesum maupun tindakan pengancaman warga PPWI dan masyarakat umum.

2.Aparat kepolisian setempat agar segera memproses tindak pidana pengancaman yang telah dilakukan oleh seorang warga negara (oknum anggota DPRK) terhadap warga negara lainnya, yang kebetulan anggota PPWI. Polisi harus bekerja sebaik-baiknya menangani kasus ini sesuai motto Polri: promoter (profesional, moderen, terpercaya

PPWI Aceh Utara perlu mengirimkan surat pengaduan sebagai warga yang diancam ke ketua DPRK, dengan tuntutan agar oknum anggota dewan tersebut diproses oleh dewan kehormatan.

Teman-teman PPWI se-Aceh, lintas profesi, harap waspada membantu rekan PPWI kita Pak Iskandar, dalam mengahadapi pengancaman dan teror dari oknum bersama kelompoknya.

Terus gencarkan pemberitaan tentang kelakuan bejat dan perilaku kriminal oknum tersebut.

Ucap Wilson yang juga merupakan seorang Trainer Jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, POLRI, mahasiswa, guru, wartawan dan berbagai kalangan. Pada media ini .(Red)/apif)

Komentar

News Feed