oleh

Komunitas Peduli Surabaya”Rek Ayo Rek”Dorong Pemkot Asuransikan Kesehatan Warga

Barak News.Com.Surabaya – Menindak lanjuti adanya temuan dari BPJS Watch Jatim berupa masih adanya warga miskin pasien demam berdarah masih di tarik biaya ketika berobat di RS Soewandhi.

Sachiroel Alim,mantan anggota DPRD Surabaya, menyoroti bahwa rumitnya persoalan layanan kesehatan meski warga sudah mengikuti BPJS lebih di sebabkan karena belum ada penyederhanaan proses adminiatrasi layanan di RS, sehingga RS tidak bisa langsung memberikan layanan kesehatan apalagi kalau kepesertaan pasien dalam BPJS masih baru. ” Makanya kami berharap SKPD pemangku kebijakan bisa menyederhanakan proses layanan di RS,”ujar Sachiroel.

IMG-20160328-WA0023

Koordnator BPJS Watch Jawa Timur Jamal mengatakan,agar rasa keadilan dalam layanan kesehatan masyarakat bisa diterapkan,agar pemerintah kota Surabaya membuat layanan pasien tanpa kelas dan meningkatkan layanan di RS Dr. Soewandi dan RSUD BDH, serta merefitalisasi puskesmas agar berfungsi efektif dalam kegiatan promotif kesehatan masyarakat,selain itu juga mendorong adanya sistim rujukan yang berjenjang,bertingkat antar fasilitas kesehatan berbasis zona wilayah”ucap Jamal

Lukman salah satu Jurnalis yang tergabung dalam komunitas peduli Surabaya”RAR”mengatakan,membandingkan dengan negara tetangga Malaysia meski iuran kesehatan di sana rendah namun layanan kesehatannya sangat baik.

Lukman mengusulkan agar layanan kesehatan di Surabaya bagi rakyat miskin itu baik, maka perlu di pikirkan kembali alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan baik itu yang ada di klinik maupun yang di RS.

bpjs jatim

Isa Ansori, sekretaris RAR mengatakan bahwa persoalan-persoalan kesehatan yang di hadapi oleh warga lebih banyak yang bersifat tehnis.administratif, sehingga wajar kemudian pihak RS mengalami kesulitan melayanai pasien terutaman pasien dengan kepesertaan baru.Oleh karenanya perlu di sederhanakan penanganannya.

Menurutnya bahwa pernah menghitung besaran anggaran perlindungan kesehatan warga.kalau semua warga Surabaya di asuransikan oleh pemerintah kota Surabaya dengan besaran Rp. 30.000 perbulan dengan nilai pertanggungan maksimal Rp.10 juta dan itu di kelola oleh BUMD kesehatan yang di bentuk pemkot, maka dalam 1 tahun pemerintah kota surabaya akan bisa membangun RS baru, bisa di bayangkan bila masa tugas walikota 5 tahun, setidaknya Surabaya akan punya tambahan 5 RS baru”ungkapnya

“Belajarlah dari PDAM Delta Surya yang di kelola oleh BUMD, mereka bisa memberikan layanan yang baik dan bisa menjadi pundi pundi penambahan PAD Surabaya. Kalau sudah begitu maka rakyat akan senang dan pemerintah kota bisa mendapatkan tambahan PAD untuk meningkatkan APBD, harapnya. (Dms)

Komentar

News Feed