oleh

Paud An-Nur Sapui Ujung Kalate Desa Nipa Kec.Ambalawi.

KABUPATEN BIMA – Sekilas cerita tentang berdirinya PAUD ini, PAUD ini bernama AN-NUR SAPUI yang bertempat di Ujung Kalate Desa Nipa Kec.Ambalawi Kab.Bima. PAUD ini dibangun oleh dua prempuan yang bernotabenen sebagai sukarelawan sekaligus penjual barang berupa pakaian, & yang satunya sebagai sukarelawan sekaligus penjual Pulsa.

PAUD ini berada didaerah terpencil dan jauh dari jalan raya lintas daerah ke daerah, provinsi ke provinsi, dan desa ke desa, PAUD ini juga dibangun sejak tahun 2016. Tidak ada yang istimewa dari kedua perempuan ini, Dia hanya seorang honorer sekaligus penjual barang berupa pakaian & penjual pulsa Namanya Ibu RADIAH S.sy, & Ibu Armah, S.pdi. Sekolah yang mereka bangun diatas tanahnya sendiri, sekolah yang mereka biayai sendiri. tentu dari hasil penjual barang, dan pulsanya. Sekolah tersebut dibangun sejak tahun 2016, hingga saat ini sudah berjalan hampir satu tahun.

Siswa PAUD AN-NUR SAPUI berjumlah 28 orang. PAUD AN-NUR SAPUI Swasta yang dibangun sederhana oleh mereka dikepalai oleh Ibu Armah, S.Pdi. seorang perempuan jebolan STIT SUNAN GIRI BIMA. PAUD AN-NUR SAPUI Swasta ini dibantu oleh 6 tenaga pengajar yang secara sukarela mengajar di sekolah itu dengan upah ‘mana-mana saja’.

Karena keterbatasan yang dimiliki Oleh ibu Armah, S.pdi & Ibu Radiah, S.sy, Sekolah ini hanya memiliki 1 lokal kelas belajar yang ukuran 3×5 yang berdidingkan bambu atau bedek, yaitu 1 ruang kelas merangkap dengan ruang guru dan kepala sekolah sekaligus. Waktu belajar pun guru terpaksa antrian duduk diluar sebagian dari pagi hari hingga menjelang siang, sedangkan siswa-siswa yang dianggap masih dibawah umur disuruh bermain diluar ruangan. Tahun pertama sekolah dibuka, murid yang mendaftar tidak sampai 10 orang anak, dan guru pengajar pun baru berjumlah 2 orang, itupun dari keluarga dekat mereka. Awalnya sangat sulit bagi mereka untuk mengajak beberapa sarjana pendidikan yang menganggur disekitar desanya untuk mengajar di PAUD AN-NUR SAPUI tersebut.

Akhirnya ada 2 warga alumni SMA yang mau mengajar dengan penuh sukarelah. Kini PAUD AN-NUR SAPUI. yang mereka bangun telah memiliki 32 Siswa. PAUD & TK terdekat di desa tersebut banyak yaitu sekitar 6 PAUD/TK, berjarak 2-3 km dari PAUD AN-NUR SAPUI yang mereka dirikan. di tahun ajaran baru ini, siswa yang mendaftar di PAUD AN-NUR SAPUI meningkat.

Hal ini karena di bebaskannya seluruh pembayaran (Pendidikan Gartis) dari awal sekolah hingga Kelulusan nanti oleh ibu Armah, S.pdi & Ibu Radiah, S.sy. Ibu Armah S.pdi menggratiskan biaya pendidikan dan seragam sekolah agar para orang tua yang memiliki anak seumur PAUD di Sapui dusun Ujung Kalate desa nipa mau menyekolahkan anaknya. Sebab, tabiat masyarakat Ujung Kalate dan sebagian besar masyarakat pesisir di Negeri ini, lebih mendorong anak-anaknya untuk membantu pekerjaan orang tua di laut sebagai nelayan daripada membuang-buang uang untuk sekolah anaknya.

Namun seiring waktu berlalu dan usaha keras Kedua ibu sukarelawan ini untuk meyakinkan para orang tua murid, membuahkan hasil. Hampir semua orangtua yg memiliki anak seumuran PAUD di sapui Ujung Kalate berbondong-bondong datang untuk mendaftarkan anak-anaknya untuk bersekolah di PAUD AN-NUR SAPUI. Selain kekurangan ruang belajar, PAUD AN-NUR SAPUI. juga belum memiliki Perpusatakaan maupun alat peraga berupa mainan anak-anak, Demikian juga ruang guru dan Toilet sekolah. Semoga dengan ini kami berharap bantuan apapun dari pemerintah daerah maupun Departemen Agama untuk PAUD AN-NUR SAPUI. yang masih berdinding bedek dan beratap daun kelapa ini.

Bagi guru pengajar, KBM tetap berjalan seperti biasa meski masih banyak kekurangan disana sininya. Demikian pula 32 Siswa yang belajar di PAUD AN-NUR SAPUI ini, tetap semangat untuk tetap bersekolah meski tidak senyaman di PAUD/TK/RA yang Lainnya. Soekarno pernah mengatakan “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. Itulah yang menjadi ‘pegangan’ dan penyemangat bagi para pendiri PAUD ini dan para guru Pengajar di PAUD AN-NUR SAPUI tersebut dalam mencerdaskan generasi masa depan anak bangsa Dusun Ujung Kalate Desa Nipa Kec.Ambalawi, hingga saat ini. semoga dengan cerita ini semua pihak dapat terketuk hatinya untuk melirik dan memperhatikan nasib anak generasi bangsa di Pesisir Pantai Sapui dusun ujung kalate desa nipa kec.Ambalawi kab.bima-NTB ini. (Di Tulis Bung Moris Kabupaten Bima)

Komentar

News Feed