oleh

Pawai Budaya Sebagai Moment Promosikan Tenunan Khas Bima

Kabupaten Bima – Pawai budaya yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bima tahun 2016 merupakan moment untuk mempromosikan budaya Bima terutama kesenian rimpu yang menggunakan pakaian sarung tenun (tembe nggoli),yang menjadi pakaian adat Bima sejak zaman nenek moyang yang harus dilestarikan,dan sekaligus untuk mendorong masyarakat agar tetap mempelajari cara pembuatan sarung tenun untuk mempertahankan nilai budaya dan sebagai lapangan kerja,dan Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas pariwisata terus mendorong mempromosikan budaya rimpu baik di tingkat Nasional maupun mancanegara ujar Kabag Humas dan protokol Muhammad chandra kusuma Ap yang di wawancara di sela kegiatan pawai budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Bima yang Ke-376 rabu 20 juli 2016.

Pawai Budaya kabupaten Bima
Pakai khas tenun (tembe nggoli) Kabupaten Bima

Kabag humas dan protokol berharap agar masysrakat turut lestarikan budaya rimpu yang menjadi simbol kejayaan masyarakat Bima yang religius dan yang menjunjung tinggi nilai budaya dana Mbojo Maja Labo Dahu yang telah di wariskan oleh nenek moyang kita,dan masyarakat tetap memakai tiap hari dan mari kita pertahankan demi Kabupaten Bima yang ramah ujarnya.

H.Syamsuddin wakil ketua DPRD Kabupaten Bima yang di wawancara ditempat yang sama mengapresiasi pelaksanaan pawai budaya yang di canangkan oleh Bupati perempuan pertama di Kabupaten Bima sebagai ajang untuk tetap mempertahankan nilai budaya dana Mbojo Maja Labo Dahu di era globalisasi sekarang,masyarakat tidak perlu malu untuk tetap memakai adat rimpu dan mari melestarikan budaya kita karena dengan budaya tersebut dunia akan tahu betapa banyak suku di Indonesia termasuk suku Bima (Mbojo),yang selama ini orang belum banyak tahu perjalanan sejarah Bima yang kaya dengan seni dan budaya,’ ujar H.Syam sapaan akrab wakil ketua DPRD Kabupaten Bima dari partai Gerindra tersebut. (Muiz)

Komentar

News Feed