oleh

Pemuda Pancasila Ponorogo Minta Pemkab Respon Protes Jalan Rusak

Ponorogo Baraknews.com  – Ratusan warga Kabupaten Ponorogo melakukan demo menyikapi kondisi jalan rusak parah di seantero Bumi Reyog, Minggu (14/5/2017)  dilakukan penanaman pohon pisang dan menebar lele di jalur menuju ke pusat Pondok Modern Darussalam Desa Gontor, tepatnya di jalur Jabung-Mlarak, Ponorogo.
Abdul Haris Kurniawan sebagai Koordinator Aksi unjuk rasa mengatakan jika aksi di lakukan di jalan raya Desa Jabung menuju pusat pemerintahan Kecamatan Mlarak dan merupakan akses menuju Pondok Gontor sebagai aksi protes terhadap Pemkab Ponorogo, utamanya Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni atas kondisi infrastruktur jalan di 21 Kecamatan yang rusak parah. “Pagi ini kami melakukan aksi damai masyarakat peduli Ponorogo atau Alastuo memprotes kondisi jalan rusak parah karena membahayakan pengguna jalan,” ujar Abdul Haris Kurniawan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Ponorogo, Ari Bilowo.
Protes Jalan rusak juga disampaikan oleh Ari Bilowo selaku Ketua Majelis Pimpinan Cabang atau MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Ponorogo. “Mengamati hal-hal baru di Kabupaten Ponorogo memang sangat dinamis apalagi dalam urusan stabilitas sosial, ekonomi dan politik yang akhir-akhit ini masyarakat Ponorogo sudah mulai mangadakan perlawanan secara terbuka yang di dukung oleh organisasi mahasiswa sebagai pembuka pintu pemikiran kritis terhadap hal ihwal kondisi nyata dan perwujudan dari dialogis masyarakat yang viral di medsos,” papar Ari Bilowo melalui pers release, Minggu (14/5/2017).
Bilowo menambahkan jika masyarakat Ponorogo mulai merasakan kondisi sosial yang berbeda ketika di pertemukanya dengan ngobrol di warung kopi yang sering membicarakan tentang jalan rusak. “Jalan merupakan infrastruktur penopang ekonomi rakyat yang sangat vital,” katanya.
Dia juga prihatin banyaknya korban kecelakaan akibat terjatuh di jalan berlubang. “Selain itu kendaraan yang macet sehingga meninbulkan sebuah gerakan politik yang sadar atau tidak sadar gerakan ini akan berimbas kepada luka lama Pilkada Ponorogo yang menyisakan setitik noda sejarah,” terangnya.
Keterangan Foto : Demo warga Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo menuntut perbaikan jalan yang rusak.
Pihaknya menambahkan seharusnya semua pihak dewasa dan cerdas bahwa semua apa yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat itu nyata, riil, konkrit dan memang faktanya jalan rusak itu ada, artinya tidak perlu mencari ‘kambing hitam’ yang inilah, itulah, dia tidak bekerjalah, dia lawanku, itu pendukungku, kae ngenelah, sing kuwi lah, akan tetapi Pemkab Ponorogo selaku mandataris konstitusi hasil dari demokrasi sesuai dengan visi dan misinya wajib melaksanakan dengan resiko apapun dan siap menerima kritikan dan masukan bahkan hujatan,” tambahnya.
Selain itu MPC PP Kabupaten Ponorogo juga menyarankan kepada Bupati Ponorogo atau Pemkab Ponorogo di jaman yang serba viral dan gaduh ini untuk mengevaluasi dirinya. “Apakah kinerjanya sudah sesuai apa belum, sudah  membahagiakan rakyat apa belum, sudah membuat suasana kondusif apa belum,” katanya.
Bilowo juga berharap Pemkab Ponorogo melakukan intropeksi diri. “Saya kira juga berlaku buat kawan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD  yang suda menikmati segala fasilitas yang ada bukan terus terlena, sehingga fungsi pelayanan publik terganggu,” kritinya.
Lebih lanjut pria kelahiran Pacitan ini, mmenilai semua paham akan resiko sebuah pekerjaan dan tentunya semua pihakpun mengawal kondisi Ponorogo yang tercinta dan penuh warna. “Untuk itu mari kita saling intropeksi diri dan saling legowo sesuai dengan posisi masing-maaing baik yang ada di dalam sistem pemerintahan mauapun yg di luar pemerintahan sebagai agen of contro dan semoga tidak ada lagi kambing hitam atau saling menyalahkan karena dengan mengkambing hitamkan permasalahan akan menambah ‘musuh – musuh baru’ dan justru akan tidak baik buat kondisi politik, elektabilitas Pemkab Ponorogo maupun situasi sosial masyarakat  di Ponorogo,” imbuhnya.
Pun Bilowo menegaskan masih  banyak pekerjaaan yang harus diselesaikan. “Diantaranya warga terdampak pembangunan Waduk Bendo yang masih terlantar, relokasi warga korban longsor Banaran dan Tugurejo, Dana Alokasi Khusus yang menyedot anggaran rakyat, rekening Bencana Banaran yang belum terealisasikan dan masih segudang masalah yang harus ditangani oleh Pemkab Ponorogo,” pungkasnya. (MUH NURCHOLIS)

Komentar

News Feed