oleh

Polrestabes Bandung Bekuk 51 Preman dan Pelaku Kejahatan

Barak News.Com.Bandung РSatreskrim Polrestabes Bandung mengamankan  51 pelaku kejahatan yang sering melakukan aksi di wilayah Kota Bandung. Penangkapan ini dilakukan selama satu minggu dengan berbagai kasus kejahatan baik curanmor, curas, curat (C3) hingga aksi premanisme.

“Penangkapan pelaku aksi kejahatan dengan sandi operasi Cipta Kondisi dilakukan atas instruksi dari Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di masing-masing wilayahnya,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol didampingi Kasat Reskrim AKBP Mokhamad Ngajib di Mako Polrestabes Bandung, Jalan Jawa No. 1 Bandung, Senin (7/3).

thumb_851469_03292507032016_IMG_20160307_122045

Dikatakannya, operasi cipta kondisi dan premanisme tidak ada preman di kota Bandung. Inilah cara bertindak kita. Dan razia ini kita laksanakan mulai dari siang, sore dan malam hari serta di jam-jam rawan,” katanya.

Menurutnya, dari hasil operasi aksi pencurian kendaraan bermotor memang ada namun tidak ada peningkatan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan operasi baik siang ataupun malam hari. Para pelaku kejahatan jalanan, ujarnya, sebagian besar dilakukan oleh kelompok bermotor.

“Di kota Bandung sudah bubar, akan tetapi di daerah luar kota Bandung masih ada dan modusnya mencari korban di Kota Bandung,” katanya lagi.

Yoyol menengarai, aksi premanisme sekarang ini banyak menggunakan senjata Air Softgun untuk melakukan kejahatan. Senjata airsoft gun itu, kata Yoyol, bunyinya menyerupai senjata api asli, tetapi proyektilnya menggunakan gotri.

“Jika ditembakkan ke kaca mobil bisa tembus bahkan pecah. Dan kalau mengenai tubuh manusia akan tembus juga, jika jaraknya dekat dari 5 atau 7 meter,” terangnya.

Yoyol menjelaskan, total tersangka yang diamankan itu sebanyak 51 orang, itu gabungan dari Sat Reskrim dan 29 Polsekta jajaran Polrestabes Bandung.

“Selain mengamankan 51 tersangka, selama operasi cipta kondisi, Polrestabes dan jajaran juga menyita 5.500 di berbagai toko jamu, dan lapo di Kota Bandung yang menjual miras tanpa izin atau llegal,” tandasnya.(Johan)

Komentar

News Feed