oleh

Postur Keuangan Pemkab Pandeglang Ramping

Pandeglang Banten – Postur keuangan Pemkab Pandeglang dalam APBD Perubahan 2016 kian ramping akibat pengurangan pundi anggaran. Salah satunya target pendapatan daerah dari sebelum perubahan Rp 2.352. 809.015.733 menjadi Rp 2.118. 460.628.899 atau susut sekitar Rp234 miliar.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita dalam Nota Rancangan APBD Perubahan 2016 pada rapat paripurna di DPRD Pandeglang, Senin (19/9/2016). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan, bersama wakilnya Duriat. Irna mengatakan, Penurunan target pendapatan itu juga berdampak pada turunnya belanja langsung dari sebelum perubahan Rp 979.813.439.229 menjadi Rp 913.954.984.480 atau turun sekitar 6,72 persen. Penurunan, bukan saja terjadi pada rencana belanja langsung. Akan tetapi, juga terjadi pada pada dana perimbangan, yang senilai Rp 38. 198.455.698 menjadi Rp 1.575.917.359.182 dari total tahun sebelumnya Rp 1,8 triliun.

Bupati Pandeglang Hj.Irna Narulita Dimyati
Bupati Pandeglang Hj.Irna Narulita Dimyati

Dana perimbangan itu terdiri atas tiga komponen, pertama dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak terjadi penurunan Rp 6.641.138.000,00. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU), mengalami penurunan sebesar Rp 128.735.686.580, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 128.821.621.130,00 atau turun sekitar 10 persen. Sementara, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan bertambah dari sebelumnya Rp 160.717.994.430 menjadi Rp 188.783.114.283 atau naik sebesar Rp 28.065.119.853,01. “Penambahan PAD itu diproyeksikan dari penambahan pajak daerah direncanakan naik Rp 4.908.834.000, retribusi daerah direncanakan bertambah Rp 6.623.726.156, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah , dan lain-lain PAD diproyeksikan naik Rp 15.598.470.973,” ucapnya.

Menurut Irna, rancangan APBD perubahan itu dilakukan karena ada beberapa hal. DI antaranya, perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran (KUA), keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antara unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja. Selain itu, perubahan ini dilakukan karena keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan, keadaan darurat dan keadaan luar biasa.

“Saya optimistis dengan anggaran yang tersedia saat ini harus mampu direalisasikan secara terukur dan tepat sasaran. Anggaran yang terbatas ini jika digunakan dengan sebaik mungkin akan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan kemajuan Pandeglang,” katanya. (Jep)

Komentar

News Feed