oleh

Ratusan Warga Desa Saneo Kec.Dompu Datangi Mapolres Dompu

KABUPATEN DOMPU –  Kedatangan warga desa saneo kec Dompu kab.Dompu ke mapolres Dompu jumat 06/05/2016. Bukan tampa alasan yang jelas ratusan warga Desa saneo itu ingin meminta keadilan atas meninggalnya salah satu warga PUASA (29). Warga menyakini nasib naas yang di alami puasa di sinyalir akibat adanya aksi penganiayaan yang di duga oleh oknum kepolisian keyakinan itu berdasarkan keterangan salah satu saksi kunci yang berada di tempat kejadian. Berdasarkan kecurigaan dan cerita saksi, kematian puasa sangat tidak wajar, ungkap harmoko salah satu warga desa saneo.

Menurut harmoko pada saat kejadian puasa berboncengan dengan seorang kerabat kerjanya dan menyaksikan bagaimana krinologis kejadian malam itu. Penjelasan kerabat tsb menurut harmoko sangat tragis puasa rupanya mengalami penganiayaan yang sangat luar biasa dari oknum kepolisian yang berseragam serba hitam dengan ketidakberdayaan puasa di keroyok hingga akhirnya menghebuskan nafas terakhir setelah di rawat intensif selama tiga hari RSUD Dompu.

Ratusan Warga desa saneo kec.dompu datangin mapolres.
Ratusan Warga desa saneo kec.dompu datangin mapolres.

Pada malam kejadian aparat kepolisian tengah menggelar operasi pemeriksaan senjata tajam (sajam). Di persimpangan Cakre semua kendaraan pada malam itu tak luput dari pemeriksaan. Melihat situasi puasa bersama rekannya dari arah kelurahan monta baru panik dan berbelok di persimpangan. Namun naas setelah lolos dari upaya pencegahan aparat polisi tepat di depan klinik praktek Dokter Alif seratus meter dari utara persimpangan CAKRE masih ada aparat polisi yang bersiaga.

Informasi yang berhasil di himpun puasa dan rekanya masih sempat di hadang aparat namun akibat panik keduanya menabrak tembok pagar rumah warga. Timbul dua versi tentang kematian puasa yaitu versi polisi dan versi keluarga. Versi polisi luka parah yang di alami puasa akibat dari kecelakaan tunggal dengan menabrak tembok rumah warga.Sementara versi kluarga setelah menabrak tembok pagar rumah warga puasa di Aniaya oleh oknum polisi yang berseragam hitam seperti itulah kronologis kejadiannya sesuai dengan cerita saksi yang berada di tempat kejadian perkara hingga saat ini madih disterilkan terang harmoko.

Harmoko yang mewakili pihak keluarga berencana akan membawa kasus kematian puasa ke rana hukum agar mendapatkan keadilan harmoko juga membantah bahwa kematian puasa di karenakan kecelakaan tunggal murni seperti yang di jelaskan oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Pokoknya kami akan mempersoalkan hingga tuntas tegasnya. Sayang nta dugaan yang di lontarkan harmoko belum mendapatkan jawaban dari pihak kepolisian resort dompu AKBP Broery soekotjo AP SIK hingga saat ini belum dapat di konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan ((Adi Dompu))

Komentar

News Feed