oleh

Kendaraan Penumpang Menumpuk di Bakauheni, Pengelola Ganti Pelayanan Tiket Secara Manual

Kalianda Lampung  –  Jumlah pemudik meningkat di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (9/7/2016). Antrean panjang tampak di loket penumpang dan pintu masuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Walau pengelola loket tiket kendaraan dari PT Mata Pensil mengganti sistem e-ticketing ke manual, antrean panjang kendaraan pribadi tidak dapat dihindari. Ratusan kendaraan terus mengalir padat memasuki setiap dermaga sandar kapal.

Tidak hanya kepadatan arus balik kendaraan pribadi maupun sepeda motor, sejak siang loket tiket penumpang pejalan kaki pun selalu dipadati pemudik. Bahkan penumpang sempat tertahan sekitar 30 menit menunggu kedatangan kapal feri.

Tumpukan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Lampung
Tumpukan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Lampung sabtu (9/7/2016)

“Untuk mempercepat pelayanan pemudik arus balik, kendaraan pribadi kami terapkan sistem manual, tapi antrean kendaraan tidak dapat dihindari. Kendaraan pribadi tujuan Pelabuhan Merak terus mengalir tanpa hentu,” kata salah seorang petugas operator e-ticketing Pelabuhan Bakauheni, Bayu, Sabtu (9/7/2016) sore.

Pelayanan tiket elektronik di loket pelabuhan diberlakukan secara situasional. Pengelola tidak menentukan berapa lama waktu untuk dibuka dan ditutupnya pelayanan e’ticketing. “Pelayanan e-ticketing akan kembali diberlakukan usai Lebaran saat kepadatan pemudik arus balik sudah tidak ada lagi,” kata manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni, Yefri Hendry.

Ia mengatakan puncak arus balik diprediksi pada Sabtu-Minggu (9-10/7/2016). Pihaknya menyediakan 29 kapal dengan 63 trip peleyaran.

Berdasarkan data rekapitulasi PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, sejak Jumat pukul 08.00 hingga Sabtu pukul 08.00.00, tercatat sebanyak 15.666 penumpang jalan kaki dan 65.284 penumpang di dalam kendaraan yang hendak menyeberang ke Merak. Selain itu ada 6.011 unit sepeda motor dan 9.434 kendaraan yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.(Rizki)

 

Komentar

News Feed