oleh

Sengketa TUN Pemilihan Muratara, Lanjut Kasasi di MA untuk di Uji

Berita MEDAN- Setelah diucapkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara ( PT.TUN) Medan, di persidangan hari ini Jumat 23 Oktober 2020, Kami selaku Kuasa Penggugat melihat pertimbangan hukum Majelis ada yang dianggap keliru karena tidak mempertimbangkan sama sekali persoalan substansi pokok perkara dari pembuktian baik surat, saksi maupun ahli yang terungkap di persidangan jelas ada kesalahan administrasi di berkas atas nama calon wakil bupati yg tertulis maju selaku Bakal calon Bupati Pula yakni di BB.1-KWK, BB.2 -KWK, perbedaan B1 -KWK Parpol, dan perbedaan namanya, tempat lahir maupun tanggal lahir yang berbeda beda satu sama lain dan hak ini tidak ditemui adanya perbaikan dan tidak Penetapan Pengadilan tentang perbedaan nama, perbedaan tempat lahir maupun tanggal lahir, Oleh Karena Majelis tidak mempertimbangkan subtansi pokok perkara maka secara hukum Insyaallah kami akan melakukan upaya hukum lebih tinggi yakni Upaya Kasasi di Mahkamah Agung RI, Maupun Mahkamah Konstitusi RI nantinya.

Ya, tadi dengan diucapkannya putusan oleh Majelis PTTUN Medan kami hargai itu atas putusan nya yang menyatakan tidak menerima gugatan kami alasannya dianggap kami penggugat tidak dirugikan hal ini menurut kami keliru karena kita selaku bakal calon / paslon jelas pasti dirugikan langsung lah karena baik upaya masa tanggapan di KPU, Keberatan di Bawaslu jelas tidak diindahkan sedangkan semua persyaratan itu kan sudah ada aturannya, nah kalau tidak sesuai Aturan ya jelas dong dirugikan lah karena negara kita negara hukum sesuai asas kepastian hukum artinya substansi pokok perkara kami bisa jadi dianggap terbukti, namun harus diketahui bahwa gugatan kami bukan ditolak harus berbeda antara Gugatan ditolak dengan gugatan tidak diterima, tidak diterima artinya tidak mempertimbangkan subtansi pokok perkara atau persoalan, namun dalam Undang- Undang dan Perma No. 11 Tahun 2016 Kita terhadap putusan dimaksud kita bisa mengajukan kasasi, ini akan kami koordinasi kan,”ucap Irwan.

Nanti untuk bahan- bahan dalam dalil memori kasasi kami insyaallah siap, dan akan kami pelajari seksama, Mari kita bersabar dan kita tunggu sampai putusan sengketa pemilihan di Kabupaten Musi Rawas Utara ini selesai dengan putusan hingga berkekuatan hukum tetap, karena ini catatan berharga bagi kami persoalan administrasi ini sangatlah fatal dalam pemilihan, hal ini juga nanti pasti dipersoalkan apabila bermuara ke Mahkamah Konstitusi tidak menutup kemungkinan seperti pernah dulu terjadi di salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu di batalkan oleh MK, jadi kita hormati saja hukum dan bersabar sampai selesai tuntas upaya kasasi dan upaya hukum lainnya nanti, hukum itu harus tegak walau langit runtuh itu semboyan kami. Ungkap Irwan ini.

Persoalan Upaya hukum itu sudah biasa ada yang pro dan kontra, ada yang menang dan kalah, namun ini pendewasaan bagi kita semua belajar untuk lebih baik, lebih teliti, lebih cermat supaya nanti menghasilkan pemimpin yang tertib administrasi dan tidak cacat administrasi, kita bukan soal menang atau kalah akan tetapi yang lebih penting menegakkan kebenaran sesuai hukum, wajar dong ada yang kalah dan menang, kalau tidak diterima itu bukan ada menang atau kalah secara hukum keadaan nya tetap semula alias 0-0, kecuali kalau gugatan di tolak atau dikabulkan, jelas itu secara hukum ada menang dan ada kalah, namun sekali lagi putusan PTTUN medan belum final karena masih ada upaya sesuai aturan hukum untuk kasasi dalam waktu 5 hari kedepan.

Anehnya kalau berkas yang dipersoalkan itu misalkan dianggap salah dan tidak sesuai aturan ada diberkas tadi berebut diantara dalam satu paslon sama- sama maju selaku calon bupati adalah dibenarkan? untuk apa ada aturan hukum dan peraturan teknis PKPU sebagai pedoman administrasi mengisi formulir itu apalagi sifatnya berkas pernyataan, dan biadota bakal calon, hal ini kan berlaku seluruh indonesia bukan untuk Muratara saja, namun kita masih optimis bahwa hukum itu akan tegak dengan kebenaran nantinya,”ucap. Irwan. (Tim)

News Feed