oleh

Pemotongan Dana KIP Siswa Di Duga Terjadi DI SMA PGRI 2 Kajen

KABUPATEN PEMALANG – SMA PGRI 2 Kajen, Kab. Pekalongan diduga memotong dana KIP siswa sebesar Rp. 800 ribu dari yang seharusnya diterima sebesar Rp. 1 juta.Potongan dana tersebut digunakan untuk menutupi tunggakan maupun biaya SPP siswa pada saat kenaikan kelas.

Temuan kasus itu diketahui dari salah seorang wali siswa yang mengaku kecewa adanya pemotongan dana PIP tersebut secara sepihak.Ketika dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkannya.

” Jadi uang potongan ini digunakan untuk menutupi tunggakan siswa, “tutur Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kajen, Achmad Jaenudin, S.Pd ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/6/2017) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, bendahara sekolah, M. Farid juga dimintai konfirmasinya terkait informasi yang menyebut bahwa pihak sekolah menolak memberikan kuitansi kepada pihak wali murid sebagai bukti pemotongan dana PIP tersebut.Namun hal itu dibantah M. Farid,menurutnya, pihaknya telah memberikan kuitansi bukti pemotongan dana PIP.

Ia juga mengaku bahwa pemotongan PIP, selain digunakan untuk menutupi tunggakan, juga sebagai uang titipan untuk biaya SPP siswa ketika naik kelas nanti. ” Uang potongan itu bisa dikatakan sebagai uang titipan.Jadi meski belum naik kelas, dana itu dipotong untuk biaya SPP siswa ketika naik kelas besok, ” tambah M. Farid yang juga menangani dana PIP.

Namun ketika dijelaskan bahwa pemotongan dana KIP yang tidak sesuai dengan prosedur¬† juklak PIP Tahun 2017, M. Farid seketika menyadari jika keputusannya telah menyalahi aturan yang berlaku.Bahkan hal tersebut dapat dikatakan pungli.M. Farid pun mengakui kekeliruannya. “Ya itu salah (memotong dana PIP secara sepihak), ” ungkapnya dengan nada lirih.Ia pun berharap hal itu bisa menjadi bahan evaluasi kedepannya terkait pelaksanaan dana PIP di sekolahnya agar berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. ( Budi Santoso ).

Komentar

News Feed