oleh

Sumber Air Mayora Dibongkar Paksa karena Melanggar Hak Publik

Barak News.Com.Banten – Pemkab Serang membuka paksa sumber empat mata air yang ditimbun PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ), Mayora Grup di lahan milik perusahaan tersebut di Desa Suka Indah, Kecamatan Baros, Rabu (16/3). Pembukaan mata air, karena pengurukan lahan melanggar hak publik.

Pantauan Barak News.Com, pembukaan empat mata air dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB. Kegiatan itu dipimpin Asda I Kabupaten Serang, Agus Erwana didampingi Kapolres Serang AKBP Nunung Syaefudin, dan Kapolres Pandeglang AKBP Widiatmoko.

Setibanya di lokasi, rombongan Pemkab Serang dan petugas kepolisian disambut puluhan santri yang sudah menunggu di lokasi. Setelah sedikit berbincang, rombongan mulai menyisir empat titik sumber mata air yang sudah tertimbun urukan di lahan milik perusahaan.

Setelah menemukan keempat titik tersebut, Pemkab Serang langsung memasang patok untuk dilakukan penggalian hari ini.

serang

Agus Erwana seusai menyisir lokasi mengatakan, sesuai instruksi Bupati Serang dan hasil pertemuan dengan pihak perusahaan maka sumber mata air harus dikembalikan.“Tindakan kami untuk mengembalikan sumber mata air. Kami amankan sumber mata air ini,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengamanan, kata dia, keempat mata air tersebut akan disulap menjadi embung atau tempat penampungan air. Pembangunan pun akan dikebut di mana pengerjaannya akan dilakukan mulai hari ini.“Kami jadikan embung secara permanen, totalnya ada empat. Besok (hari ini, red) saya tugaskan DPU untuk mengukur konstruksi. Kami targetkan seminggu selesai mengukur dan seminggu lagi proses pembangunan juga selesai,” katanya.

Mengingat pengembalian sumber mata air juga menjadi kewajiban pihak perusahaan, kata dia, mereka harus turut ikut serta.“Bersama-sama dengan pemerintah daerah lah. Setelah terbangun kami harapkan air bisa termanfaatkan dengan baik. Kalau sudah terbangun juga nanti teknis pembagian air diserahkan ke masyarakat dengan catatan tidak kembali menjadi sumber kericuhan,” ungkapnya.

Sementara Perwakilan PT TFJ yang turut menyaksikan proses pematokan enggan berkomentar. Ia mengaku, tidak memiliki kapasitas untuk memberikan komentar.“Konfirmasi saja ke yang lebih berwenang, saya hanya mendampingi. Saya gak bisa komentar,” tuturnya.

Ditanya soal kewajiban perusahaan mengembalikan sumber mata air yang diuruk, dia mengaku pasrah.“Sudah permintaan dari pemerintah daerah, ya mau bagaimana lagi,” ujarnya.(Rizki)

)

Komentar

News Feed