oleh

Unras Dari Himpunan Mahasiswa Desa Kawuwu

Unras Mahasiswa di desa Kawuwu
Unras Mahasiswa di desa Kawuwu

Kabupaten Bima – Rabu tanggal 12 Oktober 2016 pukul 09.40 wita bertempat di Kantor Desa Kawuwu Kec. Langgudu Kab. Bima telah berlangsung aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Desa Kawuwu terkait dengan penggunaan ADD tahun 2015 yang dianggap gagal dengan jumlah massa aksi sebanyak 18 orang menggunakan kendaraan R2 sebanyak 9 unit dan perangkat aksi seperti megaphone 2 buah, spanduk 2 buah, dan bendera merah putih 2 buah serta yang bertindak sebagai koorlap yaitu Sdr. Arsyad

Selanjutya massa aksi tiba di Kantor Desa Kawuwu Kec. Langgudu Kab. Bima dan melakukan orasi secara bergantian yang intinya menyampaikan :

  1. Meminta kepada kepala Desa Kawuwu agar bertanggung jawab secara Hukum atas penggunaan ADD tahun 2015 yang diangap gagal.
  2. Hentikan tindakan penindasan dan perampokan terhadap hak-hak masyarakat Desa Kawuwu.
  3. Alokasi Dana Desa (ADD) bukan untuk aparatur Desa akan tetapi untuk Desa, tegakkan keadilan karena masyarakat Desa Kawuwu berharap akan adanya keadilan.
  4. Stop Mafia terhadap ADD

Kemudian massa aski membacakan tuntutannya sbb :

  1. Meminta kepada Kepala Desa Kawuwu agar pengelolaan ADD mengedepankan Transparansi, akuntabel dan partisipasi masyarakat.
  2. Agar kepala Desa mempertanggung jawabkan secara Hukum terkait ADD tahun 2015.
  3. Meminta pihak Kepolisian, Kejaksaan, Inspektorat, KPK dan BPK, agar mengaudit ADD tahun 2015.
  4. Agar Jalan Ekonomi di Dusun Satu Lante Baru Desa Kawuwu dengan Volume 2,3 km dilanjutkan berdasarkan RPJMDes.

Pukul 10.45 wita, tuntutan massa aksi ditanggapi langsung oleh Kepala Desa Kawuwu Sdr. Muh. Alwi yang intinya :

  1. Semua program Desa sudah di musyawarahkan bersama dengan masyarakat (Atas kesepakatan dengan masyarakat).
  2. Terkait jalan 2,3 Km di Dusun Satu Lante Baru Desa Kawuwu, pihak Desa baru mengerjakan 1,5 Km, karena ada kendala bahwa jalan tersebut tidak bisa dilanjutkan karena menyangkut Tanah / Kawasan Hutan Tutupan Negara, sehingga pihak Desa melakukan musyawarah dengan masyarakat mengalihkan Anggaran sisa tersebut memperlebar jalan tersebut dengan menyewa Breker untuk memecahkan batu besar yang berada di pinggir jalan.
  3. Terkait Dam dan Beronjong yang rusak merupakan musibah akibat bencana banjir.

Serangkaian kegiatan aksi unjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Desa Kawuwu berakhir pukul 11.10 wita berjalan dengan aman dan lancar serta dilakukan pengamanan oleh personil Polsek Langgudu, TNI (Bhabinsa Desa Kawuwu), dan Pol PP yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Langgudu IPDA SIRAJUDDIN, SH. (Abd.Rahim)

 

 

Komentar

News Feed