oleh

Warga Menilai Kades Tak Transparan Mengelola Anggaran ADD/DD.

KABUPATEN DOMPU – Sebanyak empat orang Pemuda Desa Malaju Kecamatan Kilo Senin kemarin (20/06/2016) menghadang alat berat jenis Eksavator yang dihadirkan oleh kepala desa malaju muliadin muhammad. Alat berat tesrsebut di peruntukan untuk memperbaiki jalan ekonomi sepanjan 2 km yang menuju lahan petani sori sopa. Upaya yang dilakukan oleh para pemuda ini bukan tidak beralasan. Salah satu penghadang mengatakan proyek perbaikan jalan ekonomi ini terkesan berbau korupsi krn di nilai dari cara kepala desa tidak pernah memberitahukan kepada masyarakat besarnya anggaran yang di pergunakan,tidak ada plat yang dipasang dilokasi proyek atau pemberi tahuantentang proyek, RAB juga tidak diperlihatkan. Dari tertutupnya kepala desa inilah membuat para pemuda ini mencurigai bahwa kepala desa ingin menggelapkan uang negara.

Menurut Abu dan Toni kedua warga ini mengatakan tata kelola dana desa yang dilakukan oleh kepala desa malaju tidak sesuai dengan mekanisme dan peraturan tata kelola anggaran dana desa mereka meminta kepada kepala desa malaju agar terbuka dan transparan dalam pengolaan anggaran yang dikelolanya dan tidak ada kesan yang tertutup untuk semua masyarakat,”ucapnya

Alat berat Eksavator yang di hadang warga desa malaju kec kilo kab. Dompu NTB
Alat berat Eksavator yang di hadang warga desa malaju kec kilo kab. Dompu NTB

Kedua warga toni dan abu menambahkan anggaran untuk memperbaiki jalan ini terlalu besar dan dinilai sangat berlebihan. Karena mereka tau membukaan jalan baru jalan ekonomi sori sopa ini hanya Rp.200 juta rupiah. Sekarang anggaran perbaikan dan perawatan jalan ekonomi sori sopa ini lebih besar dari pembukaan jalan baru senilai Rp.290 juta rupiah dari sini warga menilai kepala desa ingin menggelapkan uang negara,”ungkapnya.

Sementara kepala desa malaju muliadin muhammad menyingkapi tentang tindakan warganya,langsung terjun di lokasi proyek. Dan marah marah sampai sampai mengancam akan membunuh ke 4 warga yg menghadang alat berat dengan cara si tabrak pakai mobil pribadi miliknya kepala desa proyek tersebut masih belum dikerjakan karena masih menunggu pihak yang terkait yaitu BPMD kabupaten dompu yang akan menjelaskan kepada kepala desa malaju tentang aturan tata kelola anggaran,”ucapnya.(Mulia)

Komentar

News Feed