oleh

Waspada Diduga Ada Wanita Penipu Berkeliaran Di Kab. Kuningan

KABUPATEN KUNINGAN – Persahabatan antara (YR) seorang perempuan usia 45 tahun asal Kab. Cirebon dengan (ALS) seorang perempuan usia 40 tahun asal Kab. Kuningan, berakhir dengan penyesalan yang mendalam bagi (YR)

(YR) mengatakan telah mengenal (ALS) delapan bulan yang lalu dikenalkan oleh seseorang yang bernama (RN). Persahabatan bermula biasa-biasa saja setiap pagi (ALS) datang menemui (YR) untuk ikut bekerja sebagai Agen Perbankan di salah satu Bank swasta.

Setelah sama-sama bekerja beberapa bulan akhirnya (YR) dan (ALS) bersepakat untuk mengkredit satu unit kendaraan roda empat yaitu mobil sedan Nissan memakai atas nama (ALS) dengan DP sebesar Rp 15.000.000 (Lima belas juta) rupiah dan angsuran perbulannya sebesar Rp 3.200.000 (Tiga juta dua ratus ribu) rupiah dari (YR).

(YR) menjelaskan, DP Mobil berikut angsuran semuanya dari saya dan sudah mengangsur berjalan enam bulan sampai bulan ini setoran ditransper melalui ATM ke Bank Permata atas nama (ALS) dan bukti angsuran selama enam bulan ada, kenapa ditransper lewat Bank permata, karena dari awal mengangsur saya meminta buku bukti angsuran tidak pernah dikasihkan oleh (ALS) ” saya tidak mempunyai pemikiran apapun dan tenang-tenang saja ketika membawa kendaraan karena selalu mengangsur dan tidak pernah telat ”

(YR) melanjutkan, hari kamis tanggal 27 Juli 2017 di jln by pass Cirebon tepatnya di depan salah satu kantor koperasi saya didatangi kurang lebih 15 Dept Collektor yang mengatakan bahwa mobil yang saya bawa dalam keadaan nunggak empat bulan, lalu saya digiring ke kantor ACC Finance Cabang Cirebon untuk diminta keterangan dan ternyata benar setela di print out bukti angsurannya terbukti sudah tiga bulan nunggak hingga akhirnya kendaraan diamankan pihak ACC Finance. Ungkap (YR) pada media ini (28/07)

” Tidak pikir panjang hari itu juga saya langsung membuat pengaduan ke salah satu Polsek yang berada di Kab. Kuningan namun dari polsek tersebut di arahkan untuk melakukan pengaduan ke polsek yang lain beralasan karena TKP nya bukan diwilayahnya, hal senada diungkapkan Polsek yang lainya dan saya diarahkan untuk membuat pengaduan ke Polres kota cirebon ” fungkas (YR) pada media ini

Martin yang didampingi Bayu selaku karyawan ACC Finance menjelaskan pada media ini, memang benar kredit kendaraan atas nama (ALS) sudah menunggak selama tiga bulan ” kalau ibu (YR) merasa sudah bayar namun belum disetorkan silahkan minta pertanggung jawaban saja ke (ALS) nya.”

Menurut keterangan salah satu karyawan ACC Finance bahwa (ALS) orang bermasalah karena banyak yang mengkredit kendaraan mobil memakai atas namanya namun ujung-ujung nya tidak benar dan bermasalah

Hal senada diungkapkan salah satu Dept Collektor yang namanya tidak mau disebutkan bahwa (ALS) diduga telah menggelapkan Mobil Avansa warta putih. Berawal (ALS) berencana membeli mobil Toyota Avansa dengan harga Rp 70.000.000 (Tujuh puluh juta) rupiah dengan di DP pertama Rp 10.000.000 (Sepuluh juta) rupiah dan ke dua Rp 13.000.000 (Tiga belas juta) rupiah namun setelah mobil diserahkan ke (ALS) berikut BPKB nya sampai sekarang belum ada penyelesaian sisa hutangnya sebesar Rp 47.000.000. (Empat puluh tujuh juta) rupiah dan sampai sekarang tidak tahu dimana keberadaan (ALS).

Ilustrasi

Pengakuan yang lainnya diungkapkan dirinya merasa dipermainkan oleh (ALS) pasalnya telah menitipkan uang arisan paket sembakau sebesar Rp 10.000.000 (Sepuluh juta) rupiah tetapi paket tidak dapat dan uangnya baru dikembalikan Rp. 4.000.000 (Empat juta) rupiah. ” itu uang masyarakat untung saya tidak di keroyok ” ungkap pada media ini

Diketahui (ALS) adalah anak dari salah satu pemilik rumah makan yang berada di Kab. Kuningan. (A) selaku orang tua angkat dari (ALS) menjelaskan bukan pertama kalinya (ALS) melakukan perbuatan yang tidak baik dan banyak permasalahan salah satunya penggelapan komputer sampai puluhan unit, ditambah lagi penjualan beras milik orang lain sebanyak puluhan ton, dan penjualan biskuit milik salah satu toko swalayan sebanyak dua bok, namun permasalahan itu terjadi berapa tahun yang lalu dan kini sudah selesai. Keluarga disini sudah pusing karena tingkah lakunya bahkan beberapa keluarganya sudah tidak mau mengakuinya. Tutur (A) saat ditemui dirumahnya.

Beberapa kali media ini mencoba menelpon atau SMS ke (ALS) untuk dikonfirmasi namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

Marlin SH salah satu aktifis yang ada di kab. Kuningan memberikan komentar, ketika sudah ada kesepakatan mencicil kendaraan antara (YR) dengan (ALS) seharusnya (YR) meminta buku bukti angsuran yang dari finance bukan mentransfer uang angsuran ke Bank Permata atas nama rekening (ALS). Tapi kalau memang dari awal buku bukti angsuran tidak pernah dikasihkan itu patut diduga sudah ada rencana jahat yang dipikirkan (ALS). diduga itu sudah jelas ada unsur penipuan dan penggelapan uang setoran sebanyak tiga kali angsuran yang di setorkan (YR) kepada Rekening Bank permata atas nama (ALS) tapi tidak disetorkan ke pihak finance oleh (ALS). Saran saya (YR) bikin laporan saja ke pihak kepolisian.

Marlin menambahkan, kalau memang benar informasi yang didapat bahwa (ALS) sering melakukan suatu tindakan kurang baik, kita patut menduga (ALS) adalah seorang pelaku kejahatan. ” kita harus waspada sebagai warga Kab. Kuningan dan sekitarnya diduga wanita Penipu berkeliaran ,”ucap Marlin. (Team Baraknews)

 

 

 

Komentar

News Feed