oleh

SMAN 3 Kecamatan Mestong Kab.Muaro Jambi di duga tempat bisnis

Barak News  Muaro Jambi- Mengacu kepada peraturan pemerintah(PP)  nomor 17 tahun 2010 dan pasal 181 bahwa pendidik dan tenaga kependidikan , baik perseorangan maupun kolektip di larang menjual buku pelajaran,bahan ajar, pakaian seragam disatuan pendidikan.

Hal itu terjadi oleh SMA Negeri 3 Kec. Mestong yang di kepalai oleh M. Arfan SPd,sekolah diduga telah melanggar peraturan dan melakukan berbagai macam pungutan dengan modus penjualan buku pelajaran yang sangat memberatkan wali murid hingga harus membayar dengan harga Rp. 883.000,00 ( delapan ratus delapan puluh tiga ribu rupiah)  apabila tidak di lunasi maka siswa tidak boleh mengikuti ujian, begitu juga dengan daftar ulang siswa baru Rp 1000.000.

photo SMA 3 Muaro Jambi

Informasi yang kami dapat dari beberapa wali murid,mereka sangat mengeluh dgn adanya biaya pembelian buku maupun biaya daftar ulang yg di terapkan pihak sekolah,karena sangat memberatkan bagi mereka,tentu saja hal ini bertentangan dengan program pemerintah, dengan kejadian ini wali murid mengharapkan kepada pemerintah Melalui Dinas Pendidikan Muaro Jambi agar segera menindak tegas oknum pihak sekolah, bagaimana mutu pendidikan di indonesia akan maju untuk bersaing dengan negara lain apa bila sekolah di jadikan bisnis untuk mencari kekayaan.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kecamatan Mestrong ketika di konfirmasi Wartawan Barak News tidak ada di tempat.(Syam)

Komentar

News Feed