oleh

AMPHIBI RAIH PENGHARGAAN MURI KEDUA DENGAN LAKUKAN INOVASI PENANAMAN MANGROVE YANG BAIK DI LOKASI EXTREEM

Berita Kota Bekasi—Kegiatan acara yang di lakukan Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia, berupa inovasi konsep tanam mangrove yang tahan dengan hantaman ombak setinggi satu hingga dua meter serta badai perdani di pesisir pantai labu bagan serdang sumatera utara dengan menggerakan kelompok tani yang mayoritas di dominasi oleh omak-omak.

Terlihat hadir dalam acara penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia MURI diantaranya, Agus Salim Tanjung, So.Si. Ketua Umum Amphibi, Andre Purwandono perwakilan Rekor MURI, Anton sodarwo perwakilan dari BPDAS-HL Wampu Sei Ular, H. Jentralim Purba, SH, MH. Staff Ahli Bupati bidang ekonomi keuangan dan pembangunan yang mewakili Bupati deli serdang, Kompol Denny Boy Panggabean yang mewakili Polda Sumatera Utara, Danramil 23 Beringin Mayor Inf AH Pane, Rahmadsyah Kelompok Tani Hutan Hijau Mekar. Pada, Kamis (25/11/21)

Penyematan Piagam Muri yang ke dua di lakukan di wilayah pesisir Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ini sangat mendapat antusias hangat dari masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Hijau Mekar, yang di dominasi oleh omak-omak, dengan melakukan penanaman sebanyak 50 ribu bibit mangrove dengan konsep tanam bambu belah dan rumpun berjarak yang juga dijadikan sebagai hak paten atas konsep penanaman dari Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI dalam pencatatan rekor MURI.

Penandatangan prasasti yang di lakukan oleh Lembaga Amphibi usai penyerahan piagam penghargaan rekor Muri yang dilakukan pihak Museum Rekor Dunia-Indonesia, dengan mengajak pejabat pejabat terkait diantaranya, Ketua Umum Amphibi Agus Salim Tanjung So,Si. bersama Pangdam I BB diwakili Mayor A.H. Pane (Danramil 23/BRG), Kapolda sumut diwakili Bimas Kompol Denny Boy P, Bupati Deli Serdang diwakili Janralim P. (Staf Ahli Bupati DS) dan Dinas Lh DS serta Bpdashl Wampu Sei.Ular Kasi Rhl Anton Sudarwo S.Hut, serta ketua Amphibi Bekasi Raya M.Hendri A, ST. Penandatanganan prasasti nantinya akan diletakkan dilokasi /area penanaman mangrove yang memecahkan rekor Muri di desa Bagan Serdang Kec.Pantai Labu Kab.Deli Serdang Sumatera Utara, serta penandatanganan papan komitment rehabilitasi mangrove yang di lakukan oleh pejabat- pejabat dan seluruh partisipan yang mengikuti kegiatan tersebut.

Bukan hanya sekedar penanaman biasa saja atau pun formalitas, penanaman yang di lakukan Lembaga Amphibi kali ini berbeda dengan kegiatan penanaman lainnya, penanaman yang di lakukan Lembaga Amphibi dengan mengarahkan Kelompok Tani Hutan Hijau Mekar adalah bukan hanya sekedar menanam, tetapi sampai bibit mangrove tumbuh berkembang dan layak hidup dengan memberikan arahan berupa konsep tanam dan pemeliharaan yang aman dari hantaman ombak pasang surut air laut, Selain untuk mengantisipasi abrasi pantai, penanaman mangrove di 100 meter hingga 500 meter dari bibir pantai yang melibatkan 90 orang omak-omak dan nelayan.

Dengan merangkul masyarakat melalui kelompok tani, kegiatan yang di lakukan Lembaga Amphibi ini adalah program padat karya, percepatan ekonomi nasional (PEN) yang dicanangkan Presiden RI Ir.H.Joko Widodo melalui Perpres no.120 tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut Dan Mangrove (BRGM) bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

 

Menurut Andre Purwandodo selaku Custoomer Relation Manager Muri, bahwa Muri menjadi saksi atas terciptanya rekor baru yaitu Penanaman Mangrove di area derasnya Deburan Ombak, Lokasi tersebut setiap harinya selalu terjadi ombak pasang surut setinggi 1 hingga 2 meter, yang berhasil hidup.

Dirinya juga menjelaskan bahwa selama ini penanaman mangrove hanya dilakukan di pinggiran atau tepian pantai saja dengan jumlah banyak.

Oleh karena itu Museum Rekor Dunia-Indonesia mencatat dan menganugerahkan penghargaan kepada lembaga Amphibi sebagai Penanaman Mangrove Pertama yang berhasil dilakukan di area Deburan Ombak setiggi 1 hingga 2 meter.Ini baru yang pertama kali dilakukan di indonesia, “ucap Andre.

Sementara kepala seksi rehabilitasi hutan dan lahan (Kasi RHL) Bpdashl Wampu-Sei Ular Anton Sudarwo S.Hut mengapresiasi aksi penanaman Mangrove dengan metode bambu belah yang telah dilakukan lembaga Amphibi.

Tentunya dengan keberhasilan pola tanam menggunakan bambu belah tersebut bisa digunakan sebagai acuan untuk merehabilitasi hutan mangrove di Sumatera Utara maupun di seluruh indonesia, “tutur Anton.

Sedangkan ketua umum Amphibi Agus Salim Tanjung So,Si mengatakan bahwa metode penanaman mangrove menggunakan metode bambu belah tersebut adalah salah satu ide yang telah disiapkan lembaganya. Ada 3 pola tanam yang telah kami siapkan, “ucap Agus Salim

Tanjung yang kerap dipanggil bang Tanjung. Pola pertama menggunakan bambu belah yang ditanam diarea pasang surut dari 100 meter hingga 500 meter dari bibir pantai menuju tengah laut.
Pola kedua penanaman rumpun berjarak dari lokasi 100 meter hingga 700 meter dari bibir pantai sebagai tanaman pemecah ombak Tsunami dengan bentuk panah.
Pola yang ketiga adalah penanaman rumpun mangrove berbentuk bulat dan kotak yang bisa digunakan sebagai Pilar/tiang jembatan untuk jalan sebagai lokasi wisata mangrove, “papar Tanjung.

Ketiga pola tanam tersebut sudah kami buat uji cobanya di tanggal 1 dan 23 september 2021 lalu.

Penanaman mangrove dengan pola ketiga tersebut juga telah kami perbanyak pada penanaman tgl 10 November 2021 lalu dengan tema Pahlawanku adalah Inspirasiku dalam Pahlawan Lingkungan, jelas Tanjung.

Tema Inspirasi hari pahlawan untuk Pahlawan Lingkungan yang telah berhasi kami ciptakan ada 3 tempat.

Pertama pada 10 november 2016 menanam 500 Pohon Mahoni (pohon hutan) di pasir pulau pari kepulauan seribu.

Kedua, pada 10 november 2018 menata danau situ rawa gede kota bekasi. Yang mana situ rawa gede tersebut sudah puluhan tahun tercemar sampah dan limbah B3 yang di issu kan lokasi angker oleh masyarakat setempat.
Kini lokasi tersebut sudah menjadi destinasi wisata yang bisa menghidupi dan memperbaiki ekonomi masyarakat setempat, “papar Tanjung.

Ketiga pada 10 nov 2021 kemarin.
Dilokasi pantai bagan serdang ini kami tanam 10.000 mangrove sebagai solusi penanaman di area hantaman ombak besar setiap harinya.

Alhamdulillah sampai saat ini pohon mangrove yang kami tanam 100 % berhasil hidup semua.

Ide yang kami buat dan di catat Rekor Muri di tahun 2021 ini ada 2 rekor. Pertama dilokasi pantai desa bagan serdang dalam penanaman mangrove diarea ombak pasang surut , dan yang kedua penanaman mangrove di tempat pembuangan sampah akhir (TPSa) Bantar Gebang Bekasi pada 21 februari 2021 lalu, “tutup A.S.Tanjung.(JKS)

News Feed