oleh

Antara Pembangunan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dan Amdal

Berita Ciamis (Jawa Barat) – Masyarakat Jawa Barat bagian Priangan Timur, termasuk perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, sepertinya akan segera menikmati infrastruktur jalan tol yang menghubungkan Bandung-Tasikmalaya-Cilacap. Namun, tak terkecuali juga bisa terkena dampaknya.

Pembangunan jalan tol yang direncanakan dimulai tahun 2020, kini sudah memasuki tahap penyiapan pembuatan analisis dampak lingkungan (Amdal).

Terkait rencana tersebut, dengan rencana akan dibangunnya jalan tol tersebut, maka lalu lintas dari Bandung-Tasik-Ciamis-Banjar akan semakin cepat. Terpenting lagi, wilayah perbatasan Kota Banjar harus kena imbas menguntungkan.

Ketua Tim Konsultan PT Citra Buana Konsuliyah, LupLy Handinata, S.SI, MP disela sela Sosialisasi Dampak Amdal di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, Senin (13/01/2020) mengatakan, rencana pembangunan jalan tol tersebut masih sedang dalam pembahasan di Provinsi Jabar. Artinya masih belum fix karena baru sampai proses penyiapan Amdal.

Jalan tol Bandung hingga Kota Banjar panjangnya mencapai 113,09 Kilometer. Jika sampai Kabupaten Cilacap maka panjangnya menjadi kurang lebih 180 Kilometer. Kemudian, lanjut Husen, setiap kabupaten/kota yang dilalui akan ada tol gate atau gerbang tol.

Menurut Lupy, rencana jalan tol Bandung-Cilacap bagi warga di perbatassn Kota Banjar ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, aksesbilitas menjadi lebih mudah dan cepat, serta efesiensi distribusi barang dan orang.

Dengan begitu, maka daerah yang kena akses langsung jalan tol nantinya akan terungkit intensitas jasa dan perdagangan. Karena, lokasi yang berdekatan bisa lebih strategis mengembangkan berbagai bidang kehidupan perekonomian.

“Pembangunan tol kemungkinan baru akan dimulai pada 2019 dan beroperasi sekitar tahun 2022-2023. Terkait segala rencana tersebut, telah dilakukan pelaksanaan konsultasi publik untuk menyusun dokumennya.

“Dokumen kerangka acuan namanya dokumen kerangka acuan amdal, RKL, RPL nya itu tentunya sebelum kegiatan itu, kita survei dulu untuk tim studinya udara Kemudian dari tim sosialnya turun,”pungkas Lupy. (Riz)

Komentar

News Feed