oleh

BPJS Kesehatan Menggelar Work Shop Dan Anugrah Karya Jurnalistik Tahun 2020

Berita Kota Banjar – BPJS Kesehatan Pusat mengelar workshop dan anugrah karya jurnalistik tahun 2020 di salah satu hotel di Jakarta tanggal 22-23 oktober 2020 secara virtual diseluruh cabang bpjs, sedangkan untuk Bpjs cabang banjar bertempat di ruang rapat yang dihadiri oleh kepala bpjs cabang banjar idham Kholid, Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksa Peserta BPJS Kesehatan Cabang banjar, Indra Agustian dan  lima wartawan, kabar priangan,harapan rakyat,baraknews .com, kontenindonesia.com

Dihari pertama mengangkat dua tema yaitu“menjaga kelangsungan program JKN” dengan mengadirkan narasumber Yustinus Parstiwo dari staf khusus kementrian keuangan RI bidang kemunikasi,kunto ariawan dari kasatgas direktorat penelitian dan pengembangan kedeputian pencegahan KPK,Adang bahtiar dari ketua Ti, kendali biaya pusat dan prof Hasbulloh Thabrani dari USAID, Sekretaris Eksekutif Komite penanganan Covid 19 dan Pemuliihan Ekonomi Nasional

Kunto Ariawan dari KPK “korupsi di sector kesehatan mencakup phantomi, absensi, corporasi, overbilling,over provisasi,sedangkan sifat sector kesehatan sendiri overpay pada Rs yang tidak sesuai dengan kelasnya tipenya,ada 898 rumah sakit yang tidak sesuai dengan kelas,tidak ada pembatasan manfaat penyakit kartastrofik,tidak lengkapnya standar pelayanan,fruud dan abuse of prosuce, sedangkan rekomendasi dari KPk mencakup, PNPk,Kapitasi berbasis kerja,,kelas rumah sakit,tim penanganan Fuund JKN,juknis urun atau selisih harga,’’paparnya

Sesi kedua dengan tema “peran jaminan social kesehatan di era pandemic covid-19 pamateri Tb A.Coesni dari deputi bidang kordinasi peningkatan kesejahteraan social Kemenko PMK RI ,Prof budi hidayat pakar asuransi kesehatan, Sekretaris Eksekutif Komite penanganan Covid 19 dan Pemuliihan Ekonomi Nasional

Prof budi hidayat dalam paparnya,”eksitensi JkN dalam pandemic covid-19 dengan Bispeo JKKN dioptimalkan dalam Klaim yankes covid 19,adanya penggantian klaim yang sumber dannya diperoleh dari dipa dadan nasional penanggulangan bencana bukan iuran JKN,

dengan terbitnya surat menko PMK tentang penugasan khusu bagi BPJS kesehatan untuk memverifikasi klaim RS atas pemberian layanan kesehatan akibat covid-19. Petunjuk teknis dan surat edaran menkes tahun 2020 yaitu klaim penggantian biaya perawatan pasien penyakit infeksi emerging tertentu bagi RS yang menyelenggarakan layanan covid-19,untuk aplikasi Bispro JKN sendiri pihak rumah sakit wajib submit klaim seseuai ketentuan ddiatas dan BPJS kesehatan wajib memverifikasi berkas klaim yang diajukan oleh Rs,”ucap Budi

Selanjutnya Prof budi menjelaskan,titik kritis dua yakni verifikasi dan dispute dengan total klaim diajukan oleh Rs (2 Septemebr 2020) adalah 103.519 kasus dengan biaya Rp.6.34 triliun.Klaim selesai di verifikasi 93.371 kasus dengan biaya Rp.5.5 triliun dan proses verifikasi menemukan 50.03 persen klaim sesuai (46.716 kasus dan biaya 3.3 triliun) dan 49.36 persen klaim dispute (46.084 kasus dengan biaya Rp.3.3 triliun,’paparnya

Sementara hari kedua  dengan pemateri , Andayani Budi lestari direktur perluasan dan kepelayan peserta,Tulus abadi Ketua YLKI. Mutaqqin anggota Dewan Jaminan Nasional (DJKN)

Andayani dalam pemaparannya,”manfaat mobile JKN dalam meningkatkan pelayanan bagi peserta dimasa pandemic covid-19 dalam upaya memotong penyyebaran virus covid-19,dengan adanya apliikasi ini dapat membantu mengurangi antrian bagi masyarakat yang mendaftar menjadi peserta JKN kesehatan dikantor BPJS kesehatan setempat sehinggga janganada klaster BPJS kesehatan,”ucap Andayani

Inovasi digital yang dihadirkan BPJS kesehatan telah membawa angin segar bagii seluruh stakeholder,dengan kehadiiran layanan digital banyak stakholdder program JKN kesehatan merasa dimudahkan dalam mengurus kepersetaaan JKN –Kesehatan

Selain itu peserta juga bisa berinteraksi menyampaikan keluhan hingga pengaduan, kehadiran layanan digital yang diberikan BPJS kesehatan sangat membantu lembaga perusahan maupun peserta mandiri dalam mengurus kepersetaan JkN-kesehatan,mobile JKn dilengkapii dengan ffitur dari mulai pendaftaran, pembayaran,premi,konsultasi doktr,program relaksasi tunggakan, skrining, ketersediaan tempat tidur di RS hinggga pengaduan,sehingga kami dapat tahu materi pengaduan itu sendiri,pengaduan terbaggi dua yaitu pengaduan peserta yang tidak tahu dan penggaduan yang belum memahami,”papar andayani

Selanjutnya andayani menjelaskan,kemudahan layanan mobile JKn diipastikan pelayanan kesehatan secara online peserta dapat melakukan pendaftaran pelayana kesehatan di FKTP tanpa dating langsung,sehingga bisa menngurangi waktu tunggu pelayanan dan mengurangi resiko penullatran penyakit covid-19

Data sampai dengan 30 september 2020 ada 10.299.968 peserta yang menggunakan mobile JKN mulai peserta melakukan transaksi adminitrasi mendapatkan informasi dan menyampaiakan pengaduan,”tutup andayani

Selanjut Narasumber dari YLKI Tulus abadi memmaparkan,”indek kepuasan peserta JKKN terus meningkat hingga 85 pesen pada tahun 2019,meningkat dari thun sebelumnya hanya 79.7 pesen,sementara indek kepuasan fasilitas kesehatan naik hingga 80 persen darii sebelumnya hanya 75.8 persen.maka kondisi ini harus ditingkatkan seiring dengan memasuki masa pandemic coviid—19,

bahkan harus lebih iindek kepuasan faskes harus menjadi perhatian khusus,fasilitas kesehatan harus konsisten menjalankan pelayanan sesuai standar tidak ada alasaan menurunkkan pelayanan,’papar tulus

Tulus menjelaskan lebih dari 350 juta pengguna smartphoe dan sebanyak 175 juta masyarakat mengakses internet,sehingga pelayanan berbaasiis digital atau online menjadi keniscayaan sebagai wujud disrupsif dibidang kesehatan untuk mewujudkan aspek preventif promotif yang lebih masiif.

Sementara kepala BPJS Cabang Banjar Idham Cholid melalui, Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksa Peserta BPJS Kesehatan Cabang banjar, Indra Agustian mengatakan dengan adanya kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 bertajuk “Jaminan Kesehatan dan Adaptasi Kebiasaan Baru,” yang sengaja digelar pihak BPJS Kesehatan pusat secara virtual, semoga masyarakat bisa lebih memahami apapun yang terkait dengan BPJS Kesehatan.

“Semoga setelah adanya acara Media Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 itu, masyarakat bisa menjadi lebih faham tentang apa dan bagaimana BPJS Kesehatan dimasa pademi. Sampai dengan hari ini, ada 55 badan usaha dan total tagihan Rp. 416,52 juta, 19 di Ciamis total Rp. 201.678.150,
26 di Pangandaran Rp 75.331.382 dan 10 di Banjar Rp. 139.506.028.” singkat Indra,

Jurnalis   ; Jepri

News Feed