oleh

Bupati Bogor Ingatkan Anies Baswedan: ‘Saya Bukan Avatar!’

Berita Bogor (Jawa Barat) – Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta Gubernur Jakarta Anies Baswedan berkoordinasi mengatasi dan mencegah banjir dan tidak hanya melempar tanggungjawab ke pemerintah Kabupaten Bogor.

Ade Yasin merasa bingung dengan ucapan Anies Baswedan soal penanganan banjir harus dikendalikan dari hulu.

Sementara, Bogor merupakan wilayah hulu.

Ucapan Anies Baswedan yang dilontarkan ketika menyanggah argumen dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal penanganan Sungai Ciliwung pun rupanya menyinggung perasaan Bupati Bogor, Ade Yasin.

Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta Gubernur Jakarta Anies Baswedan berkoordinasi mengatasi dan mencegah banjir dan tidak hanya melempar tanggungjawab ke pemerintah Kabupaten Bogor.

Ade Yasin merasa bingung dengan ucapan Anies Baswedan soal penanganan banjir harus dikendalikan dari hulu.

Ucapan Anies Baswedan yang dilontarkan ketika menyanggah argumen dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal penanganan Sungai Ciliwung pun rupanya menyinggung perasaan Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ade Yasin menilai pernyataan Anies Baswedan tak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia juga minta Anies tak melemparkan tanggung jawab.

Ade Yasin sempat bingung ketika ditanya soal pernyataan Anies agar pengendalian air dilakukan dari sisi hulu.

“Mengendalikan air di kabupaten Bogor, Bagaimana maksudnya, saya bukan Avatar,” kata Ade Yasin saat ditemui di Kecamatan Nanggung, Kamis (2/1/2020).

Ade Yasin menekankan lebih mudah untuk mengendalikan orang dibanding air.

“Saya tekankan mengendalikan orang lebih mudah dibandingkan air,” ujar Ade.

 Ade juga menegaskan, untuk mengontrol laju air bukan hanya dari Pemkab Bogor saja tetapi seluruh stakeholder.

“Tidak hanya pemerintah daerah saja. Intinya jangan saling lempar tanggung jawab. Tetapi semua harus koordinasi,” kata Ade.

Menurut Ade Yasin sebaiknya semua pihak bekerjasama untuk menangani persoalan ini.

“Kita seperti apa baiknya dalam menangani bencana. Karena dari hulu, ketika hujan turun susah juga melarang hujan turun,” katanya.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya menertibkan bangunan liar di kawasan Puncak Bogor termasuk di kawasan perhutani.

Namun untuk Sungai Ciliwung, kata dia, pemeliharaannya memang bukan ditangani Pemkab Bogor.

“Kalau air itu kan dihulu, ya kita kan punya hulu, jadi saya pikir upaya yang kita lakukan nobat nongol babat merobohkan vila-vila tanpa izin atau juga yang berdiri di atas lahan Perhutani sudah kita upayakan juga.

Dan juga sungai itu juga bukan kewenangan kita masalahnya tapi kita berusaha meminimalisir sampahnya begitu,” kata Ade Yasin kepada wartawan di Nanggung, Bogor, Kamis (2/1/2020) sore.

Ade Yasin mengatakan bahwa dalam hal ini tidak perlu saling menyalahkan.

Dalam kondisi bencana seperti ini, kata Ade Yasin harus saling legowo.

“Di sini tidak perlu saling menyalahkan ya, karena kalau saya harus membela diri ya saya juga bisa, karena kita adanya di atas (Puncak Bogor).

Tapi kan gak bisa begitu juga dalam kondisi seperti ini kita harus saling legowo, tidak harus saling menyalahkan.

Sama dengan Bekasi, kan aliran Cikeas dan Cileungsi ke Bekasi, tetapi Wali Kota Bekasi tidak menyalahkan, kami malah kita kontak-kontakan untuk saling membantu,” kata Ade Yasin.

Contohnya, yakni di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Sama dengan Bekasi, kan aliran Cikeas dan Cileungsi ke Bekasi, tetapi Wali Kota Bekasi tidak menyalahkan.

Jadi kita lihat nanti pemerintah pusat,” lanjut dia.

Sementara itu, Anies berujar, Pemprov DKI saat ini sedang fokus menyelamatkan warga yang menjadi korban banjir.

Pemprov DKI juga akan membantu warga yang terdampak banjir.

“Bagi kami di Jakarta, fokus kami adalah memastikan keselamatan warga, memastikan bahwa pelayanan terjamin. Dan bagi semua warga yang terdampak, kami akan bantu semaksimal mumungkin,”ujar Anis. (Jok)

Komentar

News Feed