oleh

Bupati Ciamis Mediasi (Musyawarah)  Antara Pemuda Pancasila Dengan Karang Taruna Kabupaten Ciamis Di Setda

CIAMIS — Bupati Ciamis, Jawa Barat, Herdiat Sunarya memastikan situasi di Ciamis sudah kondusif setelah bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila PAC Sadananya dan Karang Taruna Kecamatan Sadananya yang terjadi di Desa Sadananya Kecamatan Sadananya Ciamis. Senin (25/5), sekitar pukul 17.15 WIB.

Upaya sigap menyelesaikan perselisihan, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengadakan mediasi dari kedua organisasi tersebut dengan menghadirkan tokoh sesepuh Pemuda Pancasila dan Pengurus Karang Taruna Kabupaten serta kedua orang yang terlibat konflik di ruang Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Selasa (26/5) hadir pula dari unsur Forkopimda dan SKPD terkait.

 

Hadir dalam Kegiatan Tersebut:*

1. Bupati Ciamis

2. Wakil Bupati Ciamis

3. Ketua DPRD Kab. Ciamis

4. Dandim 0613 Ciamis

5. Kapolres Ciamis

6. Kajari Ciamis

7. Camat Sadananya

8. Ketua MPC PP Kab. Ciamis

9. Bapa H. Syaeful Amam

10. Bapak Joni Jalil

11. Bapak Andi Fikri

12. Bapak Ega Anggara

Herdiat menyampaikan, islah diperlukan agar menyelesaikan permasalahan perselisihan yang terjadi. Karena hal tersebut berdampak secara umum terutama kondusifitas di Masyarakat.

Diharapkan kedua belah pihak dari kelembagaaan Pemuda Pancasila dan Karangtaruna terutama personal yang bertikai dari alias A dan O agar islah dan mengajak berfikir lebih jauh demi kepentingan masyarakat,” kata Herdiat.

Saat ini kita sedang menghadapi Covid-19, jangan sampai membuang energi berlebih dihal yang membuat perselisihan ada hal yang harus difikirkan lebih penting baik level Kabupaten maupun Nasional terkait penanganan melawan Covid-19.

“Ketidaknyamanan dan ketidak kondusifan situasi di sebuah daerah akan berdampak ke aspek lainnya terutama secara psikologi masayarakat,” ucap Herdiat.

Sementar Pengurus Karang Taruna Kabupaten Ciamis Andi Fikri menyampaikan secara personal dari AK dan organisasi menyatakan kesiapan untuk islah dengan Ab dan Pemuda Pancasila dan akan menarik Laporan yang telah dibuat ke Polres Ciamis.

“Dengan pernyataan kesiapan islah ini, kita ingin menjaga kondusifitas Kabupaten Ciamis. Permasalahan benar atau salahnya perselisihan yang terjadi kita anggap selesai, ini hanya permasalahan lokal dan perselisihan personal.

“Kita mengajak untuk rekonsialisasi dengan Pemuda Pancasila agara bisa bergandengan membangun Ciamis lebih baik, ini hanya permasalahan lokal kecamatan saja,” ucap Andi.

Sekretaris Karang taruna Kabupaten Ciamis Ega Anggara, membenarkan hal tersebut, kejadian ini benturan hanya di satu kecamatan. Namun karena medsos menimbulkan fanatisme organisasi sehingga sulit membendung mobilisasi massa.

“Telah dilakukan mediasi di Polres Ciamis dan telah mengarah islah dan perselisihan ini tidak menyeluruh terkait konfliknya hanya pesonal dan skup lokal saja,” ujarnya.

Saya mengapresiasi respon pemerintahan yang sigap memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak sebagi upaya menyelesaikan permasalahan secara cepat,” tambah Ega.

Sesepuh Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis Joni Jalil Anwar, menuturkan pihaknya akan meredam para anggota Pemuda Pancasila agar tidak menimbulkan gejolak kembali diantara kedua belah pihak. Kita akan upayakan dengan komunikasi secara baik.

“Secara organisasi kita belum bisa memutuskan atau menyatakan kebijakan islah mengenai permasalahan perselisihan kemarin, kita akan kedatangan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa  Barat besok Rabu 27 Mei 2020 untuk merundingkan menanggapi persoalan yang telah terjadi,” tutur Joni.

Dari kedua personal yang bertikai, alias AK dan Ab telah manyatakan kesediannya untuk melakukan islah yang disampaikan secara langsung dihadapan forkopimda dan pengurus kedua organisasi. Namun secara organisasi Pemuda Pancasila memilih untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sedang Karang Taruna secar lugas siap untuk rekonsilasisasi dan islah.(Humas/Jepri)

Komentar

News Feed