oleh

Dede Herli: Baregbeg Rawan Stunting, Memprihatinkan!

Berita Ciamis (Jawa Barat) – Dalam acara reses anggota DPRD Ciamis, H. Dede Herli yang dihadiri para kader Posyandu, Selasa (18/2/2020) di aula Kecamatan Baregbeg, terungkap Baregbeg sudah rawan stunting. Dari sekian balita yang selalu dipantau kader Posyandu, angka penderita stunting angka hampir 60 persen dari total jumlah balita di Kecamatan Baregbeg.

“Ini memprihatinkan lokasi Baregbeg ada di dekat ibu kota kabupaten. Semestinya tidak ada cerita gizi buruk dan penderita stunting. Tapi saya yakin ada banyak faktor yang menyebabkan balita gagal tumbuh kembang,” ujar Dede Herli, kepada Baraknews.

Menurut Dede, di Kecamatan Baregbeg ada 400 Posyandu yang sudah berjalan rutin. Namun dari sejumlah itu masih ada yang belum maksimal programnya karena kerbatasan sarana pendukung. Saya akan mengusulkan ke dinas terkait agar sarana Posyandu mendapatkan perhatian, ” tambah Dede.

Kemudian ditanya masalah penderita stunting, Dede mengatakan, keadaan ini bukan semata-mata urusan kesehatan tapi terkait dengan penghasilan keluarga. Keluarga dengan penghasilan rendah jelas tidak bisa menyediakan makanan yang memenuhi standar gizi.

“Stunting adalah bagian dari efek gizi buruk. Ini pertanda di Baregbeg tingkat ekonomi keluarganya rendah, jadi berdampak kepada kemampuan daya beli yang menurun, ” ujar Dede.

Masalah stunting ini, kata Dede, akan disampaikan ke Dinas Kesehatan agar ada regulasi mengatasi stunting dan gizi buruk. Kecamatan Baregbeg harus terbebas dari stunting, setidaknya mengurangi angka stunting.

“Saya yakin kualitas makanan zaman sekarang sudah memenuhi standar gizi yang baik. Namun kemampuan daya beli masyarakat Baregbeg rendah sehingga tak mampu membeli. Maka solusinya bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat Baregbeg, ” ujar Dede. (Lis)

Komentar

News Feed