oleh

Demi Serap Aspirasi, Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Kunjungi Ciamis

Berita Ciamis (Jawa Barat) – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah XIII menerima kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (30/1/2020), di Aula SMKN 1 Ciamis.

Rombongan diterima Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII, Herry P, didampingi Ketua MKKS SMA, Dr Endang Rahmat dan MKKS SMK Hadi Sumantoro. Sedangkan juru bicara Komisi V, Yod Mintaraga dan Johan J Anwari.

Hadir dalam acara tersebut, kepala sekolah,pengawas dan stakeholder pendidikan SMK, SMA dan SLB.

Juru bicara Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Yod Mintaraga, mengatakan, Komisi V ingin menyerap aspirasi dari stakeholder SMK, SMA dan SLB di KCD Wilayah XIII yang meliputi Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

“Kami ingin mendengar bagaimana geliat pendidikan di Ciamis, Banjar dan Pangandaran yang dibina KCD Pendidikan Wilayah XIII. Ternyata benar ada banyak permasalahan yang harus diselesaikan terutama bantuan keuangan,” ujar Yod.

Kemudian dalam sesi penyampaian aspirasi dipandu oleh Johan J Anwari. Dalam sesi ini Kepala SMAN 2 Ciamis Dr Endang Rahmat, Kepala SMKN 1 Kawali Hadi Sumantoro dan Kepala SLB Ciamis didaulat menyampaikan aspirasi.

Menurut Kepala SMAN 2 Ciamis, Dr Endang Rahmat, permasalahan di SMA adalah soal kesejahteraan guru dan kualitas tenaga guru. Sejak diambil alih ke Pemprov Jawa Barat, nasib guru sudah membaik dibandingkan sebelumnya.

“Namun kualitas guru masih harus ditingkatkan untuk mengimbangi perkembangan digital ini,” ujar Endang.

Sedangkan Kepala SMKN 1 Kawali, H. Hadi Sumantoro, mengeluhkan peralatan praktek yang sudah usang. Semua alat praktek di SMKN se-Jawa Barat keluaran tahun 1970. Ini sudah tidak bisa lagi mendukung pembelajaran.

“Kami dipuji karena bisa merawat peralatan praktek yang sudah usang. Tapi aslinya kami meminta ada peremajaan alat praktek siswa,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, pemerintah sudah seharusnya mengganti peralatan praktek siswa SMK. Generasi milenial 4.0 ini memerlukan peralatan yang canggih dan modern sesuai pangsa pasar yang makin kompleks.

“Dunia kerja sekarang sudah menggunakan teknologi paling mutakhir. Jadi kita hatus menyesuaikan agar tidak ketinggalan,” ujar Hadi.

Anggota Komisi V, Johan J Anwari, dari Dapil Ciamis, Banjar dan Pangandaran, mengatakan, pihaknya akan fokus memperjuangkan aspirasi warga pendidikan di SMA dan SMK. Masih banyak yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan belajar mengajar dan sarana prasarana.

“Saya akan kawal semua aspirasi ini hingga selesai. Setidaknya kelak ada bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Barat untuk SMA dan SMK, ” ujar Johan. (Lis)

Komentar

News Feed