oleh

Dinsos Kabupaten Ciamis Gunakan Data 2015, Banyak Penerima PKH Salah Sasaran

Berita Ciamis (Jawa Barat) – Dinas Sosial Kabupaten Ciamis serta Petugas Pendamping Desa di Kabupaten Ciamis terus berupaya melakukan pendekatan pribadi kepada masyarakat sejahtera yang masih menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Hal itu terkait banyaknya keluarga miskin yang kini statusnya sudah berubah menjadi sejahtera, sehingga memiliki kendaraan roda empat. Akan tetapi, nama meraka masih tetap tercatat sebagai penerima dana PKH ataupun BPNT.

Koordinator PKH Kabupaten Ciamis, Iis menuturkan, pendamping PKH di tiap kecamatan melakukan pendekatan,
meskipun demikian, masih ada juga masyarakat yang sudah berubah status menjadi sejahtera, tapi masih tetap ingin mendapatkan bantuan. Hal itu dilakukan karena berbagai alasan.

“Sekarang mereka yang bersedia tidak menerima lagi bantuan tesrebut kami minta untuk membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai agar lebih memiliki kekuatan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat,” tutur Iis.

Disampaikan Iis, untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat penerima, mereka melihat terlebih dulu kondisi sosial dan ekonominya. Kemudian, sambil melihat indikator kemiskinan yang dibuat oleh Kementrian Sosial.

Selain itu, juga ada keterangan dari masyarakat, yang bersumber dari kondisi lingkungan, serta koordinasi dengan aparat desa setempat.

“Setelah yakin, kami baru melakukan pendekatan,” kata Iis.

Sementara itu, Iis juga menuturkan bahwa selama ini, sebagian besar pendamping PKH di lapangan sering mendapat kecaman dari masyarakat terkait banyaknya keluarga sejahtera yang menerima bantuan. Sebaliknya, banyak juga keluarga miskin yang seharusnya menjadi penerima manfaat, tapi tidak mendapatkan bantuan.

Iis juga membenarkan banyaknya keluarga sejahtera yang masih mendapat bantuan PKH dan BPNT. Hal itu terkait data kemiskinan yang digunakan adalah hasil pendataan BPS tahun 2015.

Pada 2018, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah melakukan pendataan ulang terkait angka kemiskinan yang harusnya dipergunakan untuk melakukan intervensi bagi penerima dana PKH ataupun BPNT. Akan tetapi, angka tersebut ternyata belum mengalami perubahan signifikan.

“Data penerima tersebut berasal dari data BPS tahun 2015, kemudian diolah oleh pemerintah pusat. Ketika datang bantuan, ternyata banyak keluarga sejahtera yang menerima,” kata Iis. (Riz)

Komentar

News Feed