oleh

Kajari Ciamis Selama Tahun 2019 Hanya Tangani 3 Kasus Teri

Selama tahun 2019 Kejaksaan Negeri Ciamis hanya menangani tiga kasus korupsi kelas teri. Di antaranya 
kasus finger print di tiga instansi Ciamis, retribusi objek wisata Situ Lengkong Panjalu dan makan minum KPUD Pangandaran.

“Memang kami sedang menangani beberapa perkara mengenai dugaan tindak pidana korupsi, totalnya ada 3 perkara. Yang sudah ditetapkan tersangka dan maju ke persidangan pada tahun 2019 ini baru satu perkara yaitu kasus makan minum dan ATK KPUD Pangandaran tahun 2017,” ujar kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Ciamis, Ahmad Tri Nugraha, Selasa (31/12/2019).

Dari tiga kasus yang sedang ditanganani menurut Ahmad,   dua kasus pinger print dan retribusi masih dalam proses. Saat ini sedang menunggu laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP ) mengenai total kerugian negara.

“Proses penanganan memang ada beberapa prosedur yang harus kita tempuh dan tidak semena-mena menetapkan tersangka. Untuk berkas bukti-bukti pendukung sudah ada tinggal menunggu keterangan BPKP saja,” kata Ahmad.

Dikatakannya,  pada proses penanganan kasus finger print memang sedikit alot dan hingga sekarang hampir 80 saksi yang sudah dipangil.

“Khusus kasus finger print, kami mendatangkan ahli pengadan barang dan jasa sehingga memang membutuhkan proses panjang untuk penanganan kasus tersebut,” ujar Ahmad.

Sedangkan kasus retribusi Situ Lengkong, kata Ahmad,  masih tahap pemanggilan para saksi. Diharapkan  semua kasus  ini akan selesai pada tahun 2020 mendatang. (Riz)

Komentar

News Feed