oleh

Kementrian Pertanian RI Membagikan Traktor Ke Poktan Kota Banjar

BERITA KOTA BANJAR – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) selama 4 tahun secara terus menerus mendistribusikan dan membagikan bantuan alat dan mesin pertanian kepada para Kelompok Tani (Poktan).

“Selama 4 tahun sebanyak 400 ribu alat dan mesin pertanian didistribusikan diseluruh Nusantara, alat dan mesin pertanian tersebut diantaranya transplanter, pompa air,alat – alat olah untuk tanaman dan yang lainnya termasuk cultivator”,ucap Dr Ir Momon Rusmono Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI saat melakukan kunjungan kerja di Kota Banjar, Jum’at (29/3/2019) bertempat di lapang Bhakti Taman Kota Banjar.

Lanjutnya, selain alat dan mesin pertanian, kita juga menyediakan bibit unggul dan mendistribusikan bibit unggul, tidak hanya untuk tanaman utama seperti padi, jagung dan kedelai, tetapi juga komoditas komoditas lain contoh perkebunan tanaman kelapa, kopi, pala dan juga tanaman rempah-rempah.

“selain penyediaan benih masalah air pun menjadi perhatian Pemerintah dengan memperbaiki saluran irigasi terutama tersier, kementerian pertanian sudah memperbaiki lebih dari 3000000 hektar irigasi tersier, kemudian juga kita dengan memperbaiki sistem distribusi pupuk, sekarang praktis kebutuhan pupuk ini sudah lebih cepat dan lebih dimanfaatkan bahkan untuk beberapa provinsi sudah menggunakan karton sehingga penyampaian ke tingkat petani jauh lebih efektif dan efisien”, ujar Momon.


Dr Ir Momon Rusmono Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)

Ia mengungkapkan, di Kota Banjar, Walikota justru mengarah ke penguatan Kelompok Wanita Tidak (KWT), Kelompok Wanita Tani ini bisa berorientasi pada pengolahan rumah tangga, pasca panen dan penguatan KRPL, sehingga kebutuhan rumah tangga ini tidak harus beli ke pasar.

Menurutnya, ke depan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga harus bisa dijual ke pasar, jadi ini yang menarik di Kota Banjar, bukan berorientasi pada produksi pangan utama tetapi ada produk-produk yang sebetulnya punya peluang bagus contoh kelapa, saat tadi pagi saya berkunjung di Pangandaran sudah bisa ekspor ke Australia dalam bentuk buah dalam bentuk butiran kelapa.

“bahkan Kepala Badan Karantina mengarahkan kalau bisa setengah olahan, Banjar punya peluang untuk mengembangkan itu, hanya kami bantu minimal hari ini 6 ribu bibit kelapa yang produktivitasnya bisa dua kali lipat dengan kelapa lokal”, jelasnya.

Menurutnya, kedepan para petani dan harus bisa memanfaatkan dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi, sehingga berbicara pelaku pertanian tidak harus kotor (istilah Sundanya belok) tetapi dengan penguasaan iptek dan juga IT, ini akan jauh lebih menarik untuk petani milenial.

“Di Kota Banjar luas lahan pertanian sekitar 3700 hektar, sehingga pengolahan ke padi baru untuk memenuhi kebutuhannya dan 5 tahun kedepan sudah surplus, oleh karena itu alat dan mesin pertanian bantuan pemerintah sesuai kebutuhan, untuk tahap pertama 9, kita akan melatih 30 orang KWT untuk berorientasi pada KRPL dan agropolitan, kalau produksinya disini bagus bahkan di atas rata-rata Jawa Barat hampir 6,76 sampai 7 ton per hektar”, pungkasnya.

“termasuk mempersiapkan SDM tidak hanya petani milenial, juga lembaga-lembaga yang menangani SDM kita perkuat, kami akan membangun 10 politeknik pertanian di Indonesia juga balai pelatihan akan kita perkuat pelatihan sertifikasi profesi juga akan diperbanyak”, pungkasnya. (Jepri)

Komentar

News Feed