oleh

STIE Ar Risalah Canangkan Pengembangan Ekonomi Ponpes

Berita Ciamis (Jawa Barat) – Dalam Milad ke 4 STIE Ar -Risalah Cijantung Kabupaten Ciamis, Bupati Ciamis, Dr Herdiat meresmikan Ar-Risalah Mart di kampus Cijantung, Sabtu (7/3/2020). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan fasilitas Ar-Risalah Mart.

Karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat perekonomian ekonomi Islam dunia. Selain di dukung oleh besarnya jumlah penduduk muslim, Indonesia juga memiliki faktor pendukung lain yang strategis bila dibandingkan dengan negara lain yaitu faktor adanya lembaga pendidikan Islam tradisional berupa Pondok Pesantren.

Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Risalah Cijantung, Ciamis, asuhan KH Asep Saifulmillah membuat program pemberdayaan ekonomi kalangan pesantren. Program ini bertujuan untuk menjadi ponpes sebagai lembaga ekonomi untuk menumbuhkan pelaku-pelaku usaha baru.

Hal ini yang membuat KH Asep Saifulmillah menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

“Untuk tahap awal, pengembangan program tersebut akan diarahkan ke sektor agrobisnis. Alasannya, agrobisnis merupakan kekuatan yang sangat besar sebagai penggerak roda perekonomian pondok pesantren,”katanya.

Turut mendampingi Bupati Herdiat, antara lain Ketua STIE Ar-Risalah, Prof. Dr. H. Kartawan, Kepala Kemenag Kabupaten Ciamis, Drs H Agus Kholik, Dosen IPB Prof Suripto dan para pengasuh Pesantren Ar-Risalah.

Bupati Herdiat mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya pendidikan STIE Ar-Risalah mencetak calon pengusaha berbasis syariah. Dalam rangka mempercepat realisasi visi dan misi Ciamis, harus ada regenerasi pengusaha di Ciamis.

“Potensi Kabupaten Ciamis masih banyak yang belum dikembangkan. Ini peluang bagus untuk melakukan inovasi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah akan terus mendorong tumbuhnya tunas interpreuner, ” ujar Herdiat.

“Mahasiswa dan santri harus mempraktekan ilmunya di dunia perdagangan dengan tetap berpegang pada koridor syariah. Karena produk yang dipasarkan di Ar-Risalah Mart adalah karya mahasiswa,” ujar Kartawan.

Sementara Ketua STIE Ar-Risalah, Prof Dr H Kartawan menambahkan, Ar-Risalah Mart adalah laboratorium bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa bisnis mahasiswa.

Dikatakan Kartawan, sebelum lulus mahasiswa harus bisa memperlihatkan karya bisnisnya. Mereka harus punya bisnis yang bisa dijadikan pilot projek dirinya.

“Ini yang akan menjadi syarat kelulusan mahasiswa kelak. Mereka boleh menjadi pengusaha mandiri atau berbisnis lewat jaringan Ar-Risalah Mart,” ujar Kartawan.

Menurut Kartawan, Ar-Risalah Mart merupakan cabang ke 36 di Indonesia dibawah jaringan ritel PT Sarana Rezeki Prima.

“Para mahasiswa dan santri boleh memanfaatkan jaringan ritel mitra Ar-Risalah Mart, ” ujar Kartawan. (Riz)

Komentar

News Feed