oleh

Virus Corona Merebak Di Indonesia, Pemkot Banjar Rapatkan Barisan Dalam Mencegah Virus Corona

Berita Kota Banjar —- Bertempat di ruang rapat II Setda Banjar berlangsung acara rapat Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease (virus covid-19) tingkat kota Banjar senin (09/03/2020)

Rapat Di hadir Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si, Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, Dandim 0613 diwakili Pabungdim, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, Kajari Banjar, Munadi, SH, Sekda Banjar, Dr. drs. Ade Setiana, M.Pd), Para Kepala Dinas, Para Camat, Para Kades/Lurah, para kepala puskesmas & bidan, Toga, Tokoh Ormas,

Sekda Banjar Ade dalam sambutannya menyampaikan persiapan-persiapan yang telah dilakukan pemerintah kota Banjar dalam mengantisipasi corona, diantaranya melalui pemberitaan media, pembentukan TIM khusus dari RSUD dan Dinkes, serta ruangan Covid-19 Center yang sudah ada di Setda.

Sambutan Walikota Banjar menyampaikan penanganan virus corona dibutuhkan kesiapsiagaan yang tanggap dan cepat. Diprovinsi sekarang corona sudah dianggap krisis, maka dari itu kita bentuk sekretariat ksisis centre yang bertempat di Kantor Sekretariat Daerah, yang kita telah siapkan.

Dikatakannya kesiapsiagaan dan kecepatan penanganan harus diimbangi oleh tim khusus yang terlatih.

Dijelaskannya antisipasi terhadap virus corona harus disikapi oleh semua kalangan, baik pemerintah maupun para tokoh masyarakat.

Adapun sosialisasi yang kita laksanakan hari ini yakni tentang krisis centre, yang mana sekretariat krisis centre ini akan dapat menangkal isue hoaxs dan penanganan yang cepat bilamana terdapat pasien corona masuk Banjar.

Dia berharap dengan anggaran yang tidak ada, kita bisa tetap sosialisasi, mengingat anggaran yang ada di BPBD hanya 400.000.000,”ucap ade

Sementara Pihak RSUD Kota Banjar menjelaskan Gejala yang Dialami Pasien .,- RSUD Kota Banjar mengingatkan masyarakat dari berbagai gejala yang dialami pasien suspect corona yang ditimbulkan dari virus covid-19.

dr Dilla Laswantina dari RSUD Banjar pada kesempatan koordinasi lanjutan dengan jajaran Forkopimda Kota Banjar menjelaskan berbagai gejala yang dialami pasien suspect corona.

Di antara gejala yang ditimbulkan, jelas Dill, seperti demam atau meriang, batuk, nyeri tenggorokan dan sulit bernapas.

“Selain gejala utama pasien dengan Suspect Corona, biasanya akan diikuti oleh gejala penyerta seperti nyeri kepala, pegal atau nyeri otot dan diare,” paparnya, Senin (09/3/2020).

Adapun yang selama ini menjadi kepanikan dan ketakutan bagi masyarakat, menurut Dilla, hal itu karena penyebaran virus Covid- 19 lebih cepat dibanding virus lainnya.

Namun demikian, untuk tingkat kematian tidak terlalu tinggi hanya sampai sekitar 2 persen dan virus tersebut hanya bisa berkembang ketika menempel pada makhluk hidup.

“Penyebarannya lewat selaput mata hidung dan pori-pori kulit dan virus itu butuh makhluk hidup untuk berkembang,” terang dia.

Sebagai pencegahan, pihaknya mengajak kepada warga masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh serta membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.

“Penyebaran virus Corona bisa diminimalisir dengan menjaga kesehatan tubuh dan perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Hal itu sebagaimana dikatakan Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih usai rapat koordinasi lanjutan dengan jajaran Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat di ruang rapat Setda Kota Banjar, Senin (9/3/20).

“Sementara ini kan cuma ada dua ruang isolasi. Tentu itu masih kurang nanti kita usahakan agar bisa ditambah,” kata Ade Uu Sukaesih kepada awak media.

Selain penambahan ruang isolasi, kata Ade Uu Sukaesih, nanti juga diusahakan alat pendeteksi suhu (thermal scanner) dan tempat cuci tangan di lokasi yang dinilai rawan seperti area terminal, stasiun dan tempat pendidikan.

Adapun langkah-langkah lain yang sudah dilakukan di antaranya pembentukan SK, sosialisasi kewaspadaan dan pembuatan SOP untuk pencegahan.

Selain itu juga dibentuk tim khusus dalam bidang penanganan, pencegahan dan komunikasi publik untuk menangkal kesimpangsiuran informasi-informasi yang tidak benar atau hoaks.

“Lewat tim pencegahan dan pengawasan nantinya kita pantau warga yang pulang dari luar negeri dan daerah wisata yang berpotensi membawa virus Covid-19,” jelasnya. (Irwan/Dede)

Komentar

News Feed