oleh

Wakil Walikota Pantau Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Serentak

Berita Banjar( Jawa Barat) –Mengantisipasi penyakit menular Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk aedes aegypti yang terkontaminasi oleh virus dengue semakin menyebar, Pemerintah Kota Banjar yang dimotori Dinas Kesehatan Kota Banjar menggelar Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak, sampai pelosok perkampungan di Kota Banjar, yaitu pada Jum’at, 13 Maret 2020,

Wakil Wali Kota Banjar pun langsung terjun memantau ke lapangan yaitu ke lokasi pertama di daerah Banjar Kolot Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar dan ke lokasi kedua di daerah Puteran Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman.

“Kota Banjar harus terhindar dari DBD, melalui gerakan 3M, untuk pemberantasan sarang nyamuk diharuskan serentak, bersama-sama di Kota Banjar,” ujar Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana disela-sela acara PSN. Gerakan PSN ini digelar serentak, mulai tingkat kota, tingkat kecamatan, tingkat desa/keluarahan sampai tingkat RT. Terpenting itu, masyarakat diharuskan membiasakan diri ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Beliau mengingatkan kepada semua pihak selain mencegah persebaran virus Corona juga penanggulangan dan pencegahan virus demam berdarah dengue (DBD) mengingat akhir-akhir ini kasusnya terus meningkat. Pencegahan itu bisa dilakukan melalui gerakan mengubur, menguras dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tumbuh kembangnya jentik-jentik nyamuk. “Kemarin sudah dapat informasi kalau kasus DBD juga meningkat. Kita juga sudah keluarkan surat edaran ke semua pihak agar dilakukan gerakan PSN sebagai upaya pencegahan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Herman mengatakan bahwa gerakan PSN serentak ini, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran nyamuk aedes aegypti, supaya tidak terbang dari satu tempat ke tempat lain. “Penderita DBD saat ini bukan balita saja, tapi ada juga yang berusia produktif, perlu diketahui bahwa diantara gejala DBD itu, demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata, mual dan muntah, serta merasa kelelahan. Kalau merasakan gejala seperti itu, sebaiknya segera diperiksakan kesehatan ke dokter atau puskesmas terdekat,” jelasnya.

Tercatat sejak Januari sampai Maret tahun 2020 ada 239 kasus warga Kota Banjar terjangkit demam dengue (DD). Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjar H. Agus Budiana melalui Kasie Pengendalian Penyakit Acep Iwan Sofyan, “Data itu sampai tanggal 4 Maret ada 239 kasus, tapi itu untuk demam dengue (DD), bukan DBD,” katanya.

Dari 239 kasus tersebut yang masuk demam dengan kategori demam berdarah dengue (DBD) jumlahnya ada 42 kasus dan 3 kasus mengalami demam shock syndrome (DSS). Jumlah total ada 284 kasus dan semuanya warga Kota Banjar. Sejauh ini yang meninggal dari Banjar hanya dua orang, pihak Dinas Kesehatan juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Puskesmas-puskesmas pembantu serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging sebagai upaya pencegahan. Pungkasnya.(Irwan)

Komentar

News Feed