oleh

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Asemdoyong Diduga Jadi Ajang Pungli”

Berita  Pemalang Jawa-Tengah—  Senin (15/Juni/2020).Fungli tidak melihat kalangan atas namun fungli kini makin menjamur dikalangan menengah kebawah,hal itu terbukti adanya kesempatan dalam kesempitan seperti yang terjadi di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang,belum lama ini banyak keluhan penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai atau yang disebut(BPNT) sembako dalam bentuk kemasan Beras,10 kg,Telur,1,5 kg buah buah buahan satu paket buah fir 2 biji salak 5 biji dan jeruk 2 biji dan ikan Bandeng segar 10 ekor dalam kemasan plastik, Bawang putih 1/4 kg.Penyaluran tersebut sudah melalui prosedur dan benar disalurkan kepada penerima manfaat (KPM).Namun yang menjadi pertanyaan dari penerima manfaat, kenapa setiap kali mengambil dari tempat dimana didistribusikan paket tersebut ko dimintai biaya 10 ribu rupiah? setiap penerima manfaat oleh Kader dan mantan istri Kepala Dusun yang sudah meninggal.

Disampaikan kepada media,dari keterangan narasumber Penerima manfaat BPNT yang namanya tidak mau disebutkan,”saya ko heran ya,selama saya mendapatkan bantuan sembako selalu dimintai uang 10.000,-rupiah oleh istri mantan Kepala Dusun yang sudah meninggal dunia,”terangnya saat dimintai wawancaranya oleh media.

Dari beberapa narasumber saat dikonfirmasi oleh awak media ditempat yang berbeda dan dengan keterangan yang sama juga,”Saya ngambil sembako di rumah istri mantan Kepala Dusun Trinem inisial (S) dan dimintai uang 10 ribu rupiah dengan alasan buat dibagikan lagi kepada orang yang tidak mendapat jatah bantuan sembako ,”jelasnya pada media.

Disisi lain dari keterangan Kader yang ikut handil dalam mengantarkan beras kepada warga yang mendapat BPNT kepada media saat di wawancarai dan dikonfirmasi dirumah kediamanya (S) kepada media”Saya hanya ngikut sama ketua Kader inisial (S) juga, yang ngurusi pemberitahuan BPNT kepada warga,dan uang 10 ribu rupiah nantinya dibagi tiga tuturnya.

Saat disinggung atas dasar apa sampean meminta uang sama penerima manfaat 10 ribu rupiah jawabnya malah ngelantur,”

Kayaknya hampir merata di desa Asemdoyong hampir setiap Dusun memungut uang 10 ribu rupiah,” tambahnya pada media.

Dari beberapa keterangan narasumber jelas jelas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) desa Asemdoyong tak lepas dari dugaan ajang fungli oleh oknum-oknum pemanfaat dugaan fungli Bantuan Pangan Non Tunai.

Kurangnya pengawasan dari pihak Pemerintahan yang menangani bidang penyaluran BPNT di desa Asemdoyong sehingga dengan mudahnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. (BD)

Komentar

News Feed