oleh

Dampak Penutupan Obyek Wisata di Kabupaten Lumajang Jawa Timur

Berita Kab.Lumajang– Pemerintah Kabupaten Lumajang Jawa Timur menutup semua tempat wisata untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,

dengan Melaksanakan penjagaan dan memasang papan himbauan penutupan di setiap pintu masuk tempat wisata, mulai dari pantai, air terjun, gunung, perkebunan hingga tempat pemandian yang ada di seluruh Kabupaten Lumajang. Mulai 18 Mei 2021 hingga tanggal 23 Mei 2021 atau 7 hari setelah hari raya Idul Fitri.

Petugas gabungan mulai dari Anggota Kepolisian, TNI, dan Satpol PP ditempatkan di seluruh pintu masuk tempat wisata agar tidak ada pengunjung yang nekad datang ke tempat wisata.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan kebijakan itu diambil karena pemerintah daerah tidak mau kecolongan dan tidak mau ambil resiko momentum lebaran memicu ledakan kasus baru Covid-19.
Kabupaten Lumajang sendiri saat ini masuk zona kuning atau resiko rendah penyebaran virus corona dengan 3039 kasus Covid-19.

Sejumlah petugas diterjunkan untuk memantau serta menjaga pos pos penjagaan seluruh pintu masuk wisata guna menindaklanjuti agar tidak ada pengunjung yang nekat datang ke tempat wisata.

Terbukti di pos penjagaan pintu masuk Pantai Bambang desa Bago kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang Sersan Mayor Sutaryo, Babinsa Pasirian mengatakan, “sesuai perintah surat edaran bupati lumajang semua tempat wisata di tutup semenjak 18 hingga 23 Mei 2021. Kami hanya pelaksana tugas sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus covid 19″.

Di tempat terpisah Subairi Sekcam Pasirian di pintu gerbang wisata Pantai watu pecak desa selok awar awar menerangkan ” Kegiatan yang kami laksanakan bersama tiga pilar sebagai bentuk pengamanan antisipasi pencegahan virus corona, sebenarnya bukan dari tempat wisata nya, dikarenakan situasi masih belum baik apalagi saat musim liburan seperti ini, adanya kerumunan bisa memicu penyebaran covid 19 meskipun masyarakat saat ini belum bisa melakukan ritual budaya tradisi yang biasa di Pantai, maka dari itu kita menghimbau dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat adanya penutupan tempat wisata, itu untuk kebaikan kita bersama ” tuturnya.

Hal ini berdampak pada masyarakat kabupaten Lumajang yang akan berliburan tidak bisa memasuki tempat wisata dan juga pelaku usaha mandiri , dengan berbagai tanda tanya. “Kenapa harus ditutup”.

Nara sumber yang enggan disebutkan namanya sebagai Pelaku usaha di wisata Pantai Watu Pecak Desa Selok Awar awar Kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang mengatakan “semenjak lebaran idul fitri hingga sekarang Pantai watu kecak di tutup. ini berpengaruh kepada kita warga yang terdampak, tidak adanya pengunjung dan pastinya usaha saya yang mengandalkan pengunjung jadi sepi karena tidak adanya pembeli tentunya tidak ada pemasukan “. ujarnya.

IbuMeisah warga Pasirian Pengunjung wisata pantai menuturkan ” Pas saya datang ke Pantai suasananya sangat sepi bahkan tidak ada pengunjung yang lain, harapan saya semoga wabah covid ini bisa hilang, wisata kembali dibuka, bukan hanya Mall, Pasar yang juga bisa memicu kerumunan khawatir adanya penyebaran corona juga diperhatikan kepada pihak terkait bukan cuma tempat wisata yang ditutup” tuturnya.

Di tempat lain, Udin warga sekitar pantai watu pecak menjelaskan, “adanya penutupan tempat wisata khususnya di pantai watu pecak ini sangat berpengaruh pada warga sekitar seperti saya, karena setiap pagi hari saya mengantar orang tua yang sakit ke pantai untuk melakukan terapi pengobatan ke dalam pasir pantai setelah ditutup kita tidak bisa masuk pantai hal ini menjadi dilema bagi kita”, ujarnya.(Bry)

News Feed