oleh

Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Aturan Daerah Oleh Wakil Ketua DPRD

-Berita NTB-172 views

Berita Kota Bima (NTB) – WaKil Ketua DPRD Dapil 111 Asakota Hj. Rini Anggiriani dan Samsuri  SH. mensosialisasikan peraturan daerah dan meberika pemahaman per udang-undangan daerah.

Samsuri SH di sela-sela hari libur, Wakil Ketua Dewan mencari kesibukan untuk menyampaikan beberapa informasi yang berkaitan dengan program Walikota Bima untuk dibahas di rapat komisi sekaligus untuk menampung aspirasi masyarakat ditindaklanjuti lewat rapat paripurna.

Samsuri SH mantan Ketua DPRD Kota Bima yang mengantikan Feri Sofia SH yang menggundurkan diri dari jabatannya karena mengikuti pencalonan Wakil Walikota, membahas apa yang menjadi keinginan masyarakat  Asakota lewat rapat komisi.

Dia menjelaskan sesuai program-program Walikota Bima, seperti gaji RT RW, isentip. Guru Ngaji dan Marbot serta hp. Android seluruh RT.41 kelurahan yang sebagian belum di relesasikan yang Insah Allah di tahun 2020 akan diselesaikan.

Yunus. RT.12. meminta pembebasan lahan untuk kegiatan olahraga, kegiata pernikah.

“Mengingat lahan koson untuk di pinjam pake untuk kegiatan. Masarakat. pebukaan  jalan sebelah selatan tembus. Jalang  baru,”katanya.

Rini Angriani.SE mengharapkan pada pemilik tanah tidak menjual dengan harga tingi, mengingat ada SOP atau setandar harga Pemerinta.

“Untuk yang kedua. kami akan mengerjakan langsung di tahun 2020, bila warga memberikan sebagian tanah untuk buka jalan baru untuk  kepentingga umum,”jelasnya.

Rini Anggriani  SE atau yang biasa di sapa Umi Rini menambahkan, masyarakat harus bikin surat perjanjian diatas matrei.

Darwis mantan ketua RT.09. Menharapkan perbaikan dereenase. Meginggat musim hujang.

Wakil ketua dewan. Samsuri SH. Dengan agaran untuk kelurahan jatiwangi  350. Menjadi satu meliar.  Itu janji wakiw ketua dewan. Warga tato  keluran jatiwangi.akan di proritaska akan di relesasikan. 
 
Darwis ketua RT.19. Lingungan Lindi mengharapkan pada pemerintah agar menurunkan alat berat untuk  mengeruk sampah kayu. Campur tanah dan batu. Sepanjang seratus meter, sehingga air hujan tidak liwat derenase, tapi lewat pekerangan warga. Ingat sampah bukan buangan masarakat, tapi sampah yang di bawa dari atas gunung.  (Darwis)

Komentar

News Feed