oleh

Berobat Pakai BPJS Kesehatan, Tidak Pernah Ada Keluhan Soal Layanannya

-Kesehatan-17 views

baraknews.com– Suatu penyakit akan menyerang siapa pun dan kapan pun, tidak terkecuali pada lansia. Banyak penyakit kronis yang sering menghampiri lansia, di antaranya penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga katarak. Kemunculan penyakit tersebut tentu bisa mempengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Oleh karena itu, penting bagi para lansia untuk menjaga kesehatan tubuh sejak dini.

Seperti yang dilakukan oleh Icih (67), seorang peserta JKN asal Desa Mulyasari, Banjar. Di usianya kini yang sudah tidak muda lagi, Icih menjadi salah satu lansia yang mengidap penyakit diabetes dan juga darah tinggi. Diabetes dan tekanan darah tinggi diketahui memiliki faktor risiko yang sama, seperti pola makan tidak sehat, berat badan ataupun lemak tubuh yang berlebihan, serta kekurangan vitamin D pada tubuh.

Untungnya, Icih kini telah rutin menjalani kontrol kesehatan serta mengonsumsi obat yang diresepkan dari dokter untuk menjaga kesehatan dan tentunya meningkatkan kesehatan Icih.

“Alhamdulillah saya merasa sangat bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN di BPJS Kesehatan. Saya merasa tenang sebab saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat, termasuk saat harus kontrol. Semua biaya obat yang saya konsumsi juga sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan,“ jelas Icih, Selasa (02/05).

Tidak hanya diabetes dan tekanan darah tinggi saja, ternyata Icih pun pernah mengalami kecelakan yang mengakibatkan tangannya terkilir dan harus menjalani fisioterapi di poli saraf secara rutin. Icih pun menyampaikan bahwa sudah sekian bulan ia bolak-balik ke rumah sakit untuk diperiksa dan menjalani fisioterapi guna memperbaiki saraf tangannya yang terkilir akibat jatuh.

“Selain untuk berobat dan kontrol diabetes dan darah tinggi saya juga berobat ke poli saraf, karna tangan saya terkilir akibat jatuh. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena tidak memberikan batasan untuk berobat di manapun dan untuk penyakit apa pun. Jadi saya merasa tenang jika harus berobat. Tidak lagi pusing memikirkan biayanya,“ tambah Icih.

Icih tidak hanya menceritakan tentang manfaat Program JKN. Ia pun menceritakan bagaiaman kepuasannya terhadap layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan selama ia berobat. Apalagi suami Icih juga sudah kurang lebih lima tahun mengidap penyakit jantung dan paru-paru. Menurut Icih, selama lima tahun tersebut, pengobatan suami icih di rumah sakit tak pernah sekalipun terkendala. Suaminya dilayani dengan baik oleh fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.

“Suami saya awalnya tidak mau menggunakan layanan kesehatan BPJS Kesehatan, karena takut dibeda-bedakan pelayanannya katanya. Namun saat mau kontrol dan berobat rawat jalan, ternyata pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN tidak ada bedanya dengan pelayanan rumah sakit kepada pasien non JKN. Hal tersebut membuat suami saya merasa kaget sekaligus bahagia karena. Selain tidak perlu mengeluarkan uang besar lagi untuk berobat, biayanya juga ditanggung semua oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Icih menuturkan bahwa sebelumnya jika ingin berobat, ia dan suaminya harus putar otak memikirkan biaya, bahkan pernah mereka terpaksa harus menjual aset terlebih dahulu. Namun dengan hadirnya BPJS Kesehatan, baik Icih ataupun suaminya kini bisa bernapas lega jika berobat. Tidak perlu lagi was-was memikirkan biayanya. Di akhir kata, Icih menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan karena pengobatan dirinya dan suami sudah sangat tertolong dengan mendapatkan pelayanan yang terbaik tanpa ada keluhan apa pun.

“Kami sudah sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Harapan saya untuk BPJS Kesehatan adalah semoga bisa terus mempertahankan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia, agar semua merasa aman dan nyaman jika suatu hari jatuh sakit dan memerlukan layanan kesehatan,” ujar Icih. (BS/sh No ratings yet.

Nilai Kualitas Konten