Di tengah maraknya lagu-lagu Pop Sunda yang kembali ramai diputar di berbagai platform digital, sosok pencipta lagu kerap luput dari perhatian publik. Padahal, di balik lirik yang menyentuh dan melodi yang membekas, ada peran penting komposer yang melahirkan karya-karya tersebut.
Salah satu nama yang patut mendapat sorotan adalah Muhamad Ijudin Rahmat, atau yang lebih dikenal sebagai Kang Zudin. Komposer asal Sunda ini telah menciptakan sejumlah lagu Pop Sunda hingga Pop Indonesia yang kini kembali populer dan banyak dinyanyikan ulang oleh para musisi maupun konten kreator.
Beberapa karya Pop Sunda ciptaannya yang dikenal luas antara lain “Beurat” yang dipopulerkan Yayan Jatnika, serta “Peurih” yang dibawakan oleh sejumlah penyanyi Sunda ternama seperti Nining Meida, Nazmi Nadia, Yayan Jatnika, hingga Adryan Damaputra. Lagu-lagu tersebut kembali naik daun seiring maraknya versi cover di media sosial.
Tak hanya di ranah Pop Sunda, Kang Zudin juga mencatatkan namanya di musik nasional melalui lagu “Bunda” yang dipopulerkan Andika Mahesa (Babang Tamvan) dan sempat viral di berbagai platform digital.
“Saya bersyukur karya-karya saya masih diterima masyarakat, khususnya masyarakat Sunda. Saat ini lagu Beurat dan Peurih kembali hits dan banyak dicover. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Kang Zudin kepada media, Sabtu (10/1/2026).
“Peurih” Disulap Menjadi “Pedih”
Terbaru, Kang Zudin kembali menunjukkan kreativitasnya dengan mengadaptasi lagu “Peurih” ke dalam versi bahasa Indonesia berjudul “Pedih”, yang merupakan terjemahan langsung dari kata peurih dalam bahasa Sunda.
Proses penulisan lirik lagu “Pedih” dilakukan bersama Pojok Musik di bawah pengawasan Kalapas Ciamis Supariyanto, Amd.Ip., SH., MH., serta didukung Erosyan Freda Adytiwan, James P. Tampubolon, dan Ipan selaku Kasubsi Register.
“Abdi langsung nulis lirik bahasa Indonesia bari karoeke lagu Peurih Yayan Jatnika anu dibahasa-Indonesiakeun,” tutur Kang Zudin.
Hasil adaptasi tersebut mendapat respons positif dari para pejabat dan pegawai Lapas Ciamis, sekaligus membuktikan bahwa kreativitas Kang Zudin tetap mengalir meski berada dalam keterbatasan ruang.
Bahkan, selama berada di Lapas Ciamis, Kang Zudin mencatat prestasi luar biasa dengan menciptakan 55 lagu hanya dalam waktu satu bulan.
“Semoga karya-karya ini bisa menjadi bekal untuk persyaratan pembebasan bersyarat tahun ini atau tahun depan,” harapnya.
Konsisten Berkarya untuk Musik Indonesia
Bagi masyarakat yang ingin menyimak lagu “Pedih”, karya tersebut dapat diakses melalui platform YouTube. Selain itu, Kang Zudin juga aktif mengunggah berbagai karya musik lainnya di kanal KZ Musik Bandung Official.
Di tengah dinamika industri musik Indonesia yang kerap naik turun, Kang Zudin justru terus menunjukkan konsistensi dalam berkarya sebagai bentuk dedikasi terhadap dunia musik.
“Insya Allah saya akan terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Saya mohon dukungan dengan ikut meningkatkan rating YouTube KZ Musik Bandung Official,” pungkasnya.
( Upi )

