BANJAR – Memasuki momen ramainya reservasi buka puasa bersama (bukber), manajemen Rumah Makan Saung Oemah mengeluarkan peringatan keras kepada pelanggan dan masyarakat luas terkait munculnya modus penipuan yang mencatut nama bisnis kuliner melalui platform digital.
Hal ini menanggapi adanya indikasi pihak tidak bertanggung jawab yang mengunggah informasi palsu di profil bisnis Google, dengan menyematkan nomor kontak reservasi yang bukan milik pengelola resmi.
Pernyataan Resmi Saung Oemah
Pihak manajemen Saung Oemah menegaskan bahwa seluruh proses pemesanan tempat maupun paket buka puasa hanya dilayani melalui saluran komunikasi resmi yang telah diverifikasi.
”Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan setia agar lebih berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan nomor telepon yang tertera di foto-foto atau unggahan tidak resmi di Google Business Profile. Ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dengan menyebarkan nomor WhatsApp palsu untuk meminta uang muka (DP) reservasi,” ujarnya

Kenali Modus dan Jalur Resmi
Modus yang dilakukan biasanya berupa unggahan foto menu atau suasana rumah makan yang telah diedit dengan tambahan nomor telepon asing. Calon konsumen yang tidak teliti seringkali langsung menghubungi nomor tersebut untuk melakukan booking tempat.
Untuk menghindari kerugian materiil, Saung Oemah memberikan panduan bagi konsumen:
Cek Akun Resmi: Pastikan menghubungi nomor yang tertera di akun Instagram atau media sosial resmi Saung Oemah.
Konfirmasi Langsung: Jika merasa ragu, sangat disarankan untuk datang langsung ke lokasi atau menghubungi nomor kontak yang sudah tersimpan sebelumnya.
Waspada Permintaan Transfer: Pihak Saung Oemah tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi yang tidak jelas identitasnya tanpa melalui prosedur konfirmasi yang sah.
Himbauan bagi Pelaku Usaha Lain
Selain memberikan peringatan kepada konsumen, pihak Saung Oemah juga mengajak rekan-rekan pemilik usaha kuliner di wilayah Banjar dan sekitarnya untuk rutin memantau profil bisnis mereka di internet.
”Langkah pencegahan ini penting agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga dan momen ibadah di bulan suci ini tidak ternoda oleh aksi penipuan yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.( Acep Surya )






