Jakarta Baraknews.com – Dengan alasan Kunjungan kerja di DI.Yogyakarta Menteri PAN&RB Abnan Nur kemarin kamis (23/0/2017) takut menemui Massa Forum Honorer K2 Indonesia di depan pintu gerbang kantor Kemntrian PAN, massa FHK2I yang jumlahnya 30.000 yang datang dari seluruh Indonesia
Orasinya yang di komandai Ketua Umum FKH2I Titi serta para Korwil,Tim 9 dan korda FHK2I seluruh Indonesia mendesak supaya Menteri PAN8 RB keluar menemui para massa, namun seharian massa FHK2I tidak di temui MenPAN, sehingga massa melakukan aksi dorong dan mencoba bergerak mendorong pintu pagar kantor Kementian PAN yang di jaga ketat aparat kepolisian Polres Jakarta selatan dan Polda Metrojaya,kerasnya dorongan massa FHK2I membuat aparat kepolisian tergeser sehingga massa FHK2I mencoba mendorong pintu pagar,saking kerasnya dorongan massa FHK2I membuat pintu pagar KemenPAN terbuka membuat Kapolres Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan turun tangan serta menemui massa FHK2I dan menaiki mobil Komando FHK2I.

Dalam arahan Kapolres Jakarta Selatan menghimbau kepada Massa FHK2I untuk tenang serta bersabar karena Menteri PAN& RB sedang di Yogyakarta dan dirinya beserta Biro humas MenPAN berupaya supaya pak Menteri segera pulang,dan mengajak Korlap serta jajarannya untuk diskusi di halaman MenPAN, namun massa FHK2I terus berteriak supaya Menteri PAN&RB menemui massa FHK2I untuk menjelaskan tentang PP yang isinya bahwa Tenaga Honorer akan di jadikan Pegawai Kontrak,”Kami minta Pak Menteri Temui Kami”teriak massa “Kami menolak P3K atau apapun bentuknya,PNS harga mati”ucap massa FHK2I.
Sekitar pukul 8 malam korlap dan tim 9 FHK2I di temui pejabat Kementrian PAN&RB, sedangkan massa yang sudah basah kuyup terus berorasi mereka meneriakan kami ingin Di PNSkan bukan di P3K,kami bukan orang asing di negeri kami,Keluar Menteri jangan jadi pengecut,mana rasa keberanian pak Menteri”teriak massa FHK2I.
Sekitar Pukul 8 malam sesuai dengan batas akhir aksi demo,massa FHK2I membubarkan diri setelah Korlap dan Tim 9 telah di temui oleh Pejabat Kementrian PAN&RB yang intinya bahwa PP yang ramai di bicarakan masih berupa draf belum ditanda tangani dan akan memasukan Honorer menjadi ASN,itu jawaban dari Kementerian PAN&RB,”ucap Titi. (Jepri)
Komentar