Polres OKU Selatan, Berhasil Menangkap Tersangka Persetubuhan Terhadap Anak Di Bawah Umur

Berita POLRI127 Dilihat

Baraknews OKUS, Muaradua – Polres OKU Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur oleh tersangaka atas nama E alias U (61) tahun.

Tersangka berhasil ditahan oleh, pihak kepolisian dan berdasarkan laporan LP/B/91/VI/2024/SPKT/RESOKUS/POLDA SUMSEL, tanggal 02 Juni 2024. Pelapor atas kasus tersebut adalah Ahyar Bin Dulhar (Alm).

Korban dalam kasus ini adalah, seorang remaja perempuan di bawah umur dengan inisial A (15) tahun yang berdomisili di Tanjung Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.

Menurut keterangan Kapolres OKU Selatan AKBP Listiyo Dwi Nugroho, S.I.K., M.H., melalui Wakapolres OKU Selatan Kompol Hardan, H.S., korban disetubuhi oleh tersangka yang mana tersangka adalah tetangga sebelah rumah korban.

“Kejadian terakhir kali terjadi pada hari Minggu, 2 Juni 2024, sekira pukul 04:00 WIB, di kamar rumah milik korban di Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan,” menurut Kompol Hardan Wakapolres OKU Selatan. saat press realies pada hari Rabu, 12 Juni 2024.

Pada saat itu, korban sedang menonton televisi di rumah sendirian, ketika tersangka masuk melalui pintu depan rumah yang tidak terkunci.

Korban menolak untuk berhubungan badan, tetapi tersangka menggendong korban dan membawanya ke kamar milik korban.

“Setelah itu, tersangka melepas celana dan celana dalam korban hingga ke lutut, dan melakukan persetubuhan terhadap korban, sebelum akhirnya meninggalkan kamar melalui pintu belakang rumah,” terangnya.

Kejadian ini diketahui, ketika masyarakat sudah mendapat kabar dari adik korban yang sudah melihat langsung tersangka menyetubuhi korban, yang mana adik korban mengintip melalui celah jendela kamar korban.

Selanjutnya, tersangka berhasil ditangkap oleh, masyarakat setempat yang kemudian mengantar tersangka ke Polres OKU Selatan.

Korban menjelaskan bahwa, tersangka telah menyetubuhi korban sejak tahun 2002, tetapi korban telah lupa kejadiannya dikarenakan tersangka pernah menyetubuhi korban sebelumnya.

“Adapun menurut keterangan korban, dalam kurun waktu 1 minggu tersangka telah menyetubuhi korban sebanyak 4 kali,” ungkap Korban.

Tersangka saat ini, akan menghadapi ancaman hukuman pidana persetubuhan yang dapat memberikan hukuman penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan penjara paling singkat 5 (lima) tahun, serta denda hingga 5 miliar rupiah.

Pihak kepolisian telah berhasil mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya adalah baju kemeja, celana panjang, celana dalam wanita, sarung, dan baju kaos tangan pendek.

Reporter: (Hen) 5/5 (2)

Nilai Kualitas Konten