Tol Serang-Rangkasbitung Dinilai Masih Minim PJU, Rawan Laka Dimalam Hari

Berita Kab.Lebak – Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi l yaitu Serang-Rangkasbitung yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dinilai belum layak operasikan dan rawan kecelakaan. Pasalnya, sepanjang tol Serang-Rangkasbitung masih minim rambu-rambu dan penerangan jalan umum (PJU).

“Benar tol serang-rangkasbitung sudah dioperasikan secara geratis selama 14 hari sejak di rêsmikan Presiden Jokowi, tetapi kondisi ini sangat rawan kecelakaan, apalagi kalau malam dan hujan jangan coba-coba melintas masuk tol bahaya karena masih minim PJU dan Rambu-rambu,” ungkap Saepudin, salah seorang warga Rangkasbitung kepada media, Minggu (21/11/2021).

Asep Saepudin, mengatakan, paska dioperasikannya Tol Seksi l Rangkasbitung – Serang, dia sudah beberapa kali melintas. Namun, tol seksi 1 ini dinilai membahayakan dan rawan kecelakaan bagi penggunanya. Karena, Selain minimnya rambu-rambu juga masih masih minim PJU.

“Kendaraan di ruas Tol rata-rata kecepatan 80 kilometer keatas, jika tidak didukung dengan PJU dan rambu-rambu ini sangat membahayakan, dan pada Sabtu siang (19/11) kẻmarin telah terjadi kecelakaan di KM 79,” kata Asep.

Lanjutnya, keberadaan Tol Serang-Panimbang yang baru selesai seksi 1 ini memang sangat ditunggu kehadirannya oleh masyarakat, karena memudahkan mobilitas warga dalam aktivitasnya.

“Kami tidak menyangkal kehadiran Tol Seksi 1 ini sangat membantu dan bermanfaat, tapi pemerintah dan kontraktor sebagai penyedia jangan mengabaikan keselamatan pengguna, dan saya melihat kontraktor dan pemerintah kebelet untuk mengoperasikan tol seksi 1 ini, padahal belum siap 100 persen,” ujarnya.

Hal senada di katakan, Aliyudin, warga Pandegalang yang sudah melintas di tol seksi l, bahwa dia merasakan ngeri masuk tol Serang-Rangkasbitung saat ini kalau malam sangat gelap.

“Saya liat PJU hanya ada di jembatan play over saja, sehingga untuk penerangan hanya mengandalkan dari kendaraan yang melintas, ini sangat bahaya apalagi malam dan turun hujan,” terangnya.

Sementara itu, Bambang Humas PT Wika Serang-Panimbang saat dikonfirmasi awak mèdia menyatakan, sebagaimana yang diterapkan di ruas jalan tol lainnya, Tol Serang-Panimbang Seksi 1 sebelum dioperasikan telah dilakukan Uji Laik Fungsi atau akrab disapa ULF.

Kegiatan ULF ini dilaksanakan untuk memastikan semua spesifikasi teknis persyaratan dan perlengkapan jalan yang ada di ruas jalan tol sesuai dengan standar manajemen dan keselamatan lalu lintas terpenuhi dengan baik.
Adapun pelaksanan tim ULF Jalan Tol terbagi menjadi 3 tim terdiri dari ditjen perhubungan darat, korlantas, ditjen bina marga dan badan pengatur jalan tol (BPJT).
Tim ini bertugas untuk memeriksa rambu, marka jalan, analisis dampak lalu lintas, simpang sebidang, dan mengutamakan aspek keselamatan dari jalan tol tersebut.

Tim 2 dari ditjen bina marga, BPJT, Balai dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan). Tim ini bertugas untuk memeriksa jalan dan prasarana jembatan fisik jalan jembatan, saluran bangunan pelengkap, timbunan, pagar dan perlengkapan jalan lainnya. Sedangkan untuk tim 3 terdiri dari Ditjen Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Tim ini berkaitan dengan Operasional, administrasi dokumen yang dilakukan sesuai dengan gambar yang telah terbangun perjanjian jaminan, kesiapan dokumen pengadaan tanah,” jelas Bambang.

Lanjutnya, termasuk pemeriksaan terhadap standar operating procedure (SOP) pengoperasian Jalan Tol, pemeriksaan alat – alat transaksi gerbang tol, gardu tol, dan kendaraan operasional yang dibutuhkan selama pengoperasian Jalan Tol. Setelah proses Uji Laik Fungsi Jalan Tol selesai dan telah dilakukan perbaikan atas hasil pemeriksaan oleh tim uji laik fungsi, kemudian akan dikeluarkan sertifikat laik fungsi dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dan sertifikat laik operasi (SLO) dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR sehingga jalan tol ini dapat dioperasikan sesuai masa pengoperasiannya oleh operator jalan tol.

“Tol Serang-Panimbang Seksi 1 telah memperoleh SLO, sertifikat tersebut tertuang dalam Surat Dirjen Bina Marga No. BM 0702-Db/1239 tanggal 12 November 2021. Surat tersebut menyatakan, secara umum, Jalan Tol Serang Panimbang Seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) laik operasi dan direkomendasikan untuk dioperasikan sebagai jalan tol. No ratings yet.

Nilai Kualitas Konten