oleh

Dahlan Iskan Tahanan Kota, Pendukungnya Potong Gundul

Surabaya Jawa Timur– Sehari pasca status tahanan tersangka Dahlan Iskan menjadi tahanan kota dan wajib lapor seminggu dua kali, pendukung dan simpatisannya ngeluruk ke kediamannya di Sakura Regency, Ketintang, Surabaya, Selasa (1/11) siang.

Mereka yang menamakan dirinya dari Komunitas Dahlanisme ini bermaksud ingin memberikan kain putih sepanjang 15 meter yang berisikan tandatangan dan kalimat dukungan yang ditulis masyarakat pada saat “Aksi Sejuta Tandatangan untuk Dahlan Iskan”, yang digelar Minggu (30/10) pada saat Car Free Day di Taman Bungkul, Surabaya.

Namun sayang, keinginan untuk menyerahkan langsung kain tersebut pada Dahlan Iskan tidak kesampaian. “Mohon maaf, Pak Dahlan tidak bisa menemui dikarenakan kondisi beliau yang kurang fit,” kata pimpinan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Magetan KH Miratul Mukminin yang mewakili Dahlan Iskan saat menemui perwakilan Komunitas Dahlanisme di depan pintu pagar rumah.
Gus Amik, panggilan akrabnya, menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan moril dari para pendukung dan simpatisan Dahlan Iskan yang luar biasa.”Mohon doanya agar Pak Dahlan kuat melewati kasus yang dituduhkan padanya saat ini,” ungkapnya sembari menerima kain putih tersebut.

Sebelumnya, Daniel Lukas Rorong, salah satu perwakilan dari Komunitas Dahlanisme melakukan aksi potong gundul sebagai bentuk syukur atas perubahan status Dahlan Iskan menjadi tahanan kota.”Kami menghormati proses hukum yang dituduhkan pada Pak Dahlan. Tapi mengingat riwayat penyakit yang diidapnya, tidak selayaknya beliau ditahan dan meringkuk di jeruji Rutan Medaeng,” ujar Daniel Lukas Rorong pada awak media.

Daniel Lukas Rorong, salah satu perwakilan dari Komunitas Dahlanisme melakukan aksi potong gundul sebagai bentuk syukur atas perubahan status Dahlan Iskan menjadi tahanan kota.
Daniel Lukas Rorong, salah satu perwakilan dari Komunitas Dahlanisme melakukan aksi potong gundul sebagai bentuk syukur atas perubahan status Dahlan Iskan menjadi tahanan kota.

Ditambahkan Daniel yang juga Ketua Komunitas Dahlanisme ini, aksi potong gundulnya ini dilakukan untuk memenuhi nadzarnya yang kedua terhadap Dahlan Iskan.”Aksi potong gundul yang pertama saya lakukan setahun yang lalu saat Pak Dahlan tersangkut kasus gardu listrik dan akhirnya beliau dibebaskan dari segala tuduhan,” papar Daniel yang akan terus menyebarkan hastag

#SaveDahlanIskan (Jilid 2) melalui dunia maya.Bahkan, dirinya bersama rekan-rekannya juga akan terus menggelar aksi dukungan “Sejuta Tandatangan untuk Dahlan Iskan” tiap minggu pagi pukul 06.00-08.00 di Car Free Day, Taman Bungkul, Surabaya, sampai akhir November.

Sekadar diketahui, Dahlan Iskan ditetapkan tersangka pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) yang merupakah sebuah BUMD di Jawa Timur. Dahlan pernah menjabat sebagai Dirut PT PWU. Selain Dahlan, Kejati Jatim juga menetapkan mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana yang saat itu menjabat sebagai Ketua Tim Pelepasan Aset. Kasus yang menjerat Dahlan itu terjadi saat periode 2002 hingga 2004.

Dahlan mengaku tak terima suap atau pun sogokan sama sekali. Tetapi menurut dia dia ditahan hanya karena tanda tangan “Bukan karena makan uang, bukan karena menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah,” kata Dahlan, Kamis (27/10/2016) lampau. (Ais)

Komentar

News Feed