oleh

Kyai Umar Tumbu Pacitan Wafat, SBY Dan Ibas Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Pacitan Baraknews.com – Kabar meninggalnya salah satu Kyai Sepuh NU Pacitan, yaitu Kyai Umar Syahid membuat banyak pihak merasa kehilangan. Bukan hanya rakyat kecil yang merasa kehilangan sosok Kharismatik tersebut tetapi beberapa tokoh daerah dan Nasional pun merasa kehilangan.

Tokoh Nasional kelahiran Pacitan yang juga Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Putranya yang saat ini menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau biasa disapa Ibas Ikut menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya salah satu kyai sepuh Pacitan, Jatim bernama KH Umar Syahid atau yang dikenal dengan Mbah Umar Tumbu wafat pada Rabu (4/1) pukul 22.55 WIB di RSUD Pacitan.

Bahkan SBY Maupun Ibas juga sempat mengirimkan karangan bunga duka cita untuk almarhum Mbah Umar. “Mbah Umar Syahid adalah merupakan salah satu kiai sepuh di Indonesia,” kata Ibas dalam Press Release yang disampaikan Koordinator EBY Team Pacitan disampingi oleh Kordapil EBY, Candra Adi, Kamis (5/1) malam.

karangan bunga dari sby dan ibas untuk almarhum mbah umar syahid di pacitan, jatim, kamis (5/1/2017).
karangan bunga dari sby dan ibas untuk almarhum mbah umar syahid di pacitan, jatim, kamis (5/1/2017).

Seperti diketahui sosok Mbah Umar Syahid ternyata tidak wafat pada usia 114 tahun, menurut pengakuan Mbah Umar sendiri saat masih hidup, usianya telah mencapai angka 132 tahun. Jenazah dimakamkan di TPU sekitar kediaman Mbah Umar Tumbu, Kamis (5/1) siang.

Lebih lanjut, ayah 2 Putra ini menjelaskan bahwa ternyata Mbah Umar adalah santri dan teman perjuangan Mbah Hasyim Asy’ari. Waktu mudanya, sesepuh Pacitan tersebut hidup sebagai Kyai kelana, artinya suka berkelana atau bepergian dengan jualan Tumbu (wadah dari anyaman bambu, disebut juga gerabah).

“Sebagai anak muda dan bangsa Indonesia kita semua harus meneladani semangat hidup mbah Umar walau harus berjualan Tumbu,” ujarnya. Yang lebih membanggakan lagi menurut Ibas bahwa hasil jualan Tumbu informasinya digunakan Mbah Umar Tumbu untuk membangun musholla dan masjid di sekitar Pacitan, Ponorogo, dan Madiun.

Kegigihan mbah Umar Tumbu menurut Ibas harus menjadi teladan dan inspirasi bagi bangsa Indonesia. “Berbuat baik itu banyak jalan dan caranya sehingga apa yang dilakukan Mbah Umar harus dijadikan contoh dan penyemangat kita semua,” tegasya. (MUH NURCHOLIS)

Komentar

News Feed