oleh

Puluhan Desa Akan Ditenggelamkan Di Waduk Jati Gede

KABUPATEN SUMEDANG  –  Penggenangan air Waduk jatigede kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) yang merupakan waduk urutan ke 231 dan terbesar kedua di negara Indonesi setelah Waduk Jatiluhur di KabupatenPurwakarta,dalam tahap penggenangan airnya di waduk 231 tersebut yang dimulai dari 01 Juli 2015 tahun lalu,hingga kini tampungan debit airnya terus meninggi dan menjadikan lautan lokal dan akan menenggelamkan puluhan desa dari enam kecamatan.

Awaludin (49) warga Dusun Ancol Rt 01/01 Desa Karangpakuan Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang,yang sekaligus merupakan salah seorang guru di salah satu Sekolah Madrasah Ibtidaiah (MI) yang juga pemilik warung diarea pasir tunggaran waduk Jatigede waduk jatigede ini yang menurut informasi adalah waduk terbesar kedua di Negara Indonesia,ketika nanti penggenangan airnya selesai mencapai 100%,waduk jatigede akan menenggelamkan sebanyak dua puluh delapan desa di enam kecamatan Kabupaten Sumedang.”Wah,,,luas sekali pokonya.makanya disebut waduk terbesar nomor dua di indonesia ini”kata Awaludin ketika diwawancarai wartawan Baraknews.com minggu (08/5) diarea Pasir Tunggaran.

Menurut Awaluddin,Dua puluh delapan desa tersebut yang nantinya tenggelam diwaduk jatigede,semua desa-desanya itu dari enam kecamatan yaitu,Kecamatan Wado ,Jatinunggal , Jatiged ,Darmaraja, Cisitu dan Kecamatan Situraja,cuma menurut kabar hingga saat ini yang ia ketahui,yang sudah tenggelam 100% baru dua desa saja,cuma tidak tau nama desa dan dari kecamatan mana-mananya,dan sisa desa-desa yang lainnya baru tenggelam sekitar kurang lebih ada yang 40 – 65%,karena hingga saat ini masih dalam tahap peninggian airnya yang diutamakan kedatangan airnya dari aliran Sungai Besar Cimanuk,serta ketinggian airnya juga belum menempuh batas yang sudah ditentukan.”Pastinya sih masih lama,ketinggian airnya sampai batas patok itu,”ucapnya sambil menunjuk patok batas debit air.

Waduk Jatigede

Kemudian mengenai debit peninggian airnya diwaduk jatigede ini,kadang-kadang per 24 jam ketinggian airnya mencapai kurang lebih dua meter,seperti beberapa hari kemarin saat musim hujan,dan sisa yang harus tenggelam dilokasi ini kalo diukur paling tinggal kurang lebih 70 meteran lagi,meskipun ada nominal yang jelas untuk penggantian semua lahan dari pihak Pemerintah kepada warga masyarakat yang tanah atau lahannya tenggelam oleh waduk jatigede,sangat khawatir sekali dengan nasib warga-warga tersebut itu nantinya,karena tidak semua pemilik lahan yang tenggelam itu bias berpikir nasibnya kedepan setelah semuanya tenggelam dan menjadi lautan lokal,terutama dalam segi mengalokasikan nominal rupiah hasil penggantian lahannya itu dari Pemerintah,apalagi kalo orangnya tidak berpikir ke masa depan dan salah mengalokasikannya kan repot juga kasian nantinya,”paparnya

Awaludin berharap,semoga pihak Pemerintah bisa lebih mengarahkan dalam sosialisasi maupun pertemuan lanjutannya dengan warga masyarakat penerima nominal rupiah penggantian lahannya,untuk mengarahkan agar warga masyarakat terkait tepat mengalokasikan nominal rupiahnya,supayaa nasib-nasib warga masyarakat itu yang lahan maupun rumahnya ditenggelamkan oleh waduk jatigede ini,mereka bisa tetap menjalani hidup yang layak,serta warga masyarakat penerima ganti ruginya juga harus berpikir ke masa depan,agar tepat dalam mengalokasikan nominal rupiah hasil ganti rugi lahannya. (Deni)

Komentar

News Feed