oleh

Apel Siaga Bencana 2020 Kabupaten Ciamis

Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Apel Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Bencana 2020 di Alun-alun Kabupaten Ciamis, Selasa (21/01/2020).

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya memimpin jalanya Apel Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Bencana didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan diikuti unsur BPBD, Polres, KODIM 0613, relawan tanggap bencana, dan berbagai unsur lainnya.

Herdiat dalam sambutanya menyatakan, kegiatan Apel Siaga Bencana merupakan poros utama peningkatan partisipasi masyarakat guna menjaga Bumi Galuh dari ancaman bencana dan upaya penanggulangan prabencana.

“Gelar apel siaga bencana ini tonggak peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga masing-masing wilayah dari ancaman bencana. Selain itu Apel Siaga Bencana ini siklus penanggulangan prabencana dengan bekerjasama dengan Polres, KODIM 0613, Instansi/Kedinasan, BUMD/BUMN dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Ciamis dan unsur lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa hari yang lalu sejumlah wilayah di Ciamis diterjang bencana banjir. Hal ini tidak lepas dari bencana yang datang tiba-tiba baik disebabkan faktor manusia maupun takdir alam. Sehingga kata dia, Pemkab Ciamis sampai sat ini akan lebih tetap siaga dan waspada akan datangnya potensi bencana.

“Terkait terjadinya potensi bencana tidak bisa diduga-duga kedatangannya baik ulah manusia atau alam, terlebih potensi bencana di Ciamis selalu dihadapkan akan adanya Banjir dan Angin Puting Beliung. Maka kita harus tetap siaga dan waspada apabila musibah itu benar-benar melanda,” tambahnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan timbulnya bencana dan Pemkab Ciamis pun dalam kurun waktu 24 jam siap merespon dan menerima adanya aduan masyarakat.

“Pemkab Ciamis akan siap siaga 24 jam di lapangan maupun menerima adanya laporan timbulnya bencana dari masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Hardiat berharap, kegiatan Apel Siaga Bencana dapat diteruskan dimasing-masing tingkatan wilayah Kabupaten Ciamis, terutama fase kesiapsiagaan atau mitigasi bencana dalam upaya meminimalisir risiko bencana.

“Saya berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di tingkat kecamatan/desa. Hal ini bertujuan untuk menginisiasi kesiapan semua pihak dalam mengurangi risiko akibat bencana, baik risiko jiwa, harta dan kerusakan lingkungan,” harapnya.

Kepala  Pelaksana BPBD Ciamis H. M. Soekiman menambahkan, apel siaga bencana ini dalam rangka untuk mengecek seluruh kesiapan baik personal maupun peralatan menghadapi suatu waktu terjadi bencana

“Penanganan bencana ini tidak hanya oleh pemerintah saja tetapi perlu keterlibatan semua unsur baik pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sesuai dengam lambangnya segitiga biru, merupakan perpaduan atau sinkronisasi atau Sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat,”ungkapnya.

Dalam rangka penanganan bencana menurutnya bukan hanya dari sisi kesiapan alatnya tetapi juga harus kesiapan aparatnya kesiapan personalnya juga harus ada sinkronisasi seluruh lapisan dalam penanganan bencana.

“Harus ada kebersamaan atau gotong royong sehingga semua alat bisa berfungsi secara maksimal, penanganan bencana sebetulnya termasuk kedalam penyelamatan,”jelasnya.

Ia menambahkan, bagaimana mensinergikan antara aparat yang terlibat dalam setiap kejadian bencana, selalu berkomunikasi dengan Polri dan TNI dengan masyarakat.

“Secara personil jajaran TNI dan Polisi memiliki persoalan yang lebih baik kalau di kita itu sangat terbatas hanya 30 orang saja, di Tagana juga ada,”pungkasnya. (Riz)

Komentar

News Feed