oleh

DPC LSM Perkara Garut Cek Lokasi Penyerobotan Tanah Irigasi diduga Asset Pemda

BERITA GARUT (JAWA BARAT)— – Di himpun disalah satu akun whatsapp ketua Dpc Lsm Perkara  garut ,Lsm perkara sudah menerima aduan salah satu tokoh  masyarakat Kampung Cijoho RW 05 Desa Sindanglaya Kecamatan Karangpawitan, Garut  mempersoalkan putusnya saluran irigasi yang merupakan asset pemerintah daerah kabupaten garut untuk mengairi areal pesawahan seluas 25 Hekta Are yang terletak di kampungnya, RW 04 dan dan RW 05 Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan

Menurut keterangan  tokoh masyarakat setempat, H. Giri Anzani menyebutkan, “Hilangnya saluran irigasi tersebut seiring dengan dibangunnya komplek perumahan seluas 1,5 hekta are diatas saluran irigasi tersebut dan menimbun seluruh badan saluran air irigasi yang membentang ditengah areal komplek .

Pembangunan komplek perumahan tersebut dilaksanakan oleh pengembang tercatat di plang proyek atas nama PT. MANDALA yang mana warga masyarakat setempat tidak pernah memberikan tanda tangan untuk dasar diterbitkannya perizinan membangun oleh instansi yang berwenang.

Terutama dalam hal perizinan setempat, kami selaku warga setempat tidak pernah menerima permohonan dukungan yang diajukan kepada warga untuk izin dibangunnya komplek perumahan ini, apalagi memperkuatnya dengan tanda tangan sama sekali kami tidak tahu itu, “kata Giri saat dihubungi awak media ditempat kediamannya, Kp. Cijoho, Kecamatan Karangpawitan (22/8).

Giri melanjutkan keterangannya, diputusnya saluran irigasi ini berpotensi timbulkan kendala dan permasalahan pengairan bagi areal pesawan seluas 25 hektar yang sebelumnya menjadi tumpahan air irigasi ini, selain itu banjir pun potensial terjadi dilingkungan kami, seperti pada musim hujan tahun kemarin ruas jalan raya dan beberapa rumah warga di kampung Cijoho ini terendam banjir, padahal disini sebelumnya tidak pernah terjadi itu.

Menurut informasi yang kami terima tentang izin warga, dikabarkan ada salah seorang oknum warga setempat diduga sudah menerima uang dari seseorang di pihak pengembang, kabarnya uang tersebut sebesar 30 juta rupiah untuk mengurusi perizinan setempat dari warga, tetapi warga dilingkungan tersebut melaporkan tidak merasa kedatangan oleh oknum tersebut dan tidak pernah menandatangani permohonan izin warga, “lanjut Giri dalam pemaparannya.

Sudah beberapa kali warga memediasikan persoalan ini dengan pihak pengembang dan unsur pemerintahan setempat, tapi hingga kini belum ada kesepakatan yang real. Oleh karena itu kami mengadukan permasalahan ini kepada Dpc LSM PERKARA  garut untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan persoalan dilingkungan kami ini, “pungkas Giri.

Ditempat yang sama, Ketua DPC LSM PERKARA Kabupaten Garut, Harun Arrasyid memberikan keterangannya, terkait aduan dan mandat yang diterima dari tokoh masyarakat disini kami Lsm Perkara siap untuk melanjutkannya dengan menempuh jalur kelembagaan masyarakat yang kami emban.

Ketua DPC LSM PERKARA Kabupaten Garut, Harun Arrasyid

Kami sudah menurunkan tim dari lembaga untuk turun ke lokasi dan mendalaminya selanjutnya kami koordinasikan dengan para pihak pemangku kebijakan terkait persoalan ini, “Tegas Ketua.

Ditempat terpisah, Plt Sekretaris Jendral (Sekjen) DPC LSM PERKARA Kabupaten Garut, Alam Surahman menjawab, “Kami menilai permasalahan ini bukan saja sebatas persoalan lingkungan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. setelah lembaga kami menurunkan tim untuk cek lokasi terdapat temuan dugaan penyerobotan dan pengrusakan asset pemerintah daerah yang diduga akibat  adanya pengabaian dan kelalaian dari para pihak terkait pemeliharaan dan dampak atas saluran irigasi ini, “jawabnya dengan singkat.

Sementara itu Dani Herdiana yang memegang posisi sebagai Kordinator Bidang Investigasi berkata, “adanya temuan ini kami sudah turun ke lokasi dan melaporkan temuan-temuan dilapangan kepada lembaga. Semoga saja kami bisa kontribusi untuk solusinya, tapi secara kelembagaan kami patut untuk tunduk dan patuh terhadap keputusan lembaga, “paparnya. (af lase)

Komentar

News Feed