Wujudkan, Green School, Disdikpora Pangandaran Luncurkan Kurikulum Pertahanan Pangan Berbasis Penanaman Jagung

​PANGANDARAN – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran melakukan langkah progresif dalam dunia pendidikan. Bertempat di salah satu satuan pendidikan, pada Selasa (3/2/2026), digelar kegiatan “Advokasi dan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Pilar Kokurikuler” dengan fokus utama pada program ketahanan pangan.

​Melalui program ini, sekolah-sekolah di wilayah Pangandaran—mulai dari jenjang Paud, SD, hingga SMP—didorong untuk memanfaatkan lahan kosong yang tersedia untuk ditanami bibit jagung unggul. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Disdikpora dan Dinas Pertanian setempat.
​Mencetak Generasi “Petani Milenial”
​Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Pangandaran, Annisa Suliastini, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam biasa. Ada visi besar di baliknya, yakni menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian.


​”Kami ingin menciptakan generasi petani milenial. Saat ini, cita-cita menjadi petani sudah mulai jarang ditemukan di kalangan siswa. Melalui edukasi ini, kami ingin menekankan bahwa profesi petani itu sangat penting dan mulia,” ujar Annisa saat diwawancarai.
​Komitmen Jangka Panjang Menuju “Green School”
​Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari pilar kokurikuler yang akan diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan di Pangandaran. Tak tanggung-tanggung, program ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang.
​”Kegiatan ini akan berkelanjutan hingga enam tahun ke depan. Ini adalah bagian dari visi pimpinan kami, Kepala Dinas Pendidikan, untuk mewujudkan konsep Green School di setiap satuan pendidikan,” tambahnya.
​Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh jajaran penting, termasuk Sekdis Disdikpora, Kepala Dinas Pertanian, serta para Kepala Sekolah dari berbagai jenjang. Dengan adanya sinergi antar instansi, diharapkan Pangandaran tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu mandiri secara pangan melalui tangan-tangan kreatif siswanya.
​Diharapkan, melalui implementasi kurikulum ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang berdampak langsung pada lingkungan dan kemandirian ekonomi di masa depan.

( Upi ) 2/5 (1)

Nilai Kualitas Konten