Baraknews OKU Selatan– Moment Perayaan Lebaran selalu menjadi ajang silaturrahmi para perantau dengan keluarganya di kampung halaman. Hal ini tentunya menjadi berkah tersendiri bagi perusahaan oto ( PO) bus atau angkutan umum meraih keuntungan yang besar. Mulai dari tarif angkutan yang naik maupun jumlah penumpang terkadang yang diluar kapasitas. Buntutnya, pelayanan armada angkutan umum untuk konsumennya terabaikan. Banyak penumpang yang merasa kurang nyaman dan terabaikan hak – haknya sebagai konsumen.
H Hengki Irawan, Owner PO Tispa.
Menanggapi hal itu Owner PO Titisan Sang Pangeran ( TISPA), perusahaan angkutan yang terkenal di Kabupaten OKU Selatan H. Hengki Irawan mengaku, jika perusahaan angkutan miliknya tidak menggunakan palsafah ‘Aji Mumpung” .
Menurut Hengki, untuk angkutan Lebaran tahun ini PO TISPA tidak menggunakan kendaraan bantuan dengan tujuan mempertahankan kualitas kenyamanan dan memberikan kesempatan berbagai dengan PO-PO yang lain untuk tetap hidup dan secara bersama memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pengusaha batubara ini, berharap dengan langkah itu, semua PO bus yang ada di Kabupaten OKUS dapat secara bersama – sama memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. “ Mari kita berikan layanan, dengan nyaman dan sebaik mungkin untuk keselamatan, jangan lupa tentunya kelengkapan trayek serta documen lainnya,” ajak Hengki.
Disebutkan Hengki, pelayanan yang baik adalah modal utama dalam membangun bisnis transfortasi, jika ingin berumur panjang dan berkelanjutan. Oleh karena itulah, Hengki terus mengingatkan manajemennya untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dengan tidak memanfaatkan moment demi keuntungan yang besar. “ Jangan aji mumpung” ujarnya.
Salah satu penumpang PO TISPA tujuan Jakarta Ida, yang ditemui di Terminal Bus Muaradua mengaku, selalu memilih armad TISPA jika ingin berpergian. Lajang yang sudah 10 tahun berkerja di kawasan Bekasi ini mengaku PO Tispa memberi pelayanan yang baik dan memuaskan. “ Setiap mudik naik TISPA, mobilnya bagus, sehat, nyaman dan petugasnya ramah –ramah, “ terang Ida. “Tutup”
(Hendri)







