Dewan Otang PKB Soroti Limbah Industri Perhotelan di Pangandaran

Pangandaran. Permasalahan limbah industri perhotelan di Kabupaten Pangandaran kembali menjadi sorotan. Dewan Otang, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menilai pengelolaan limbah dari sektor perhotelan masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan para pelaku usaha.

Menurut Dewan Otang, pesatnya pertumbuhan hotel dan penginapan di Pangandaran harus diimbangi dengan sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Ia menegaskan, limbah cair maupun padat dari aktivitas perhotelan berpotensi mencemari lingkungan, khususnya sungai dan laut, jika tidak dikelola dengan baik.

“Pariwisata adalah aset utama Pangandaran. Jangan sampai justru rusak karena limbah industri perhotelan yang tidak terkontrol,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hotel dan restoran. Selain itu, Dewan Otang juga meminta agar sanksi diterapkan secara konsisten bagi pelaku usaha yang melanggar aturan lingkungan.

Dewan Otang menilai, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Pangandaran. Menurutnya, konsep pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara soal jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga tentang menjaga kelestarian alam.

“Kalau lingkungan rusak, wisatawan juga akan pergi. Maka pengelolaan limbah harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

lanjut Dewan Otang, siap mendorong lahirnya kebijakan daerah yang lebih berpihak pada perlindungan lingkungan, sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu menerapkan sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar.

Ia berharap, Pangandaran ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan

( Upi ) 3/5 (1)

Nilai Kualitas Konten